Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Rekomendasi Wisata

4 Wisata Kampung Unik yang Ada di Balikpapan, Jelajahi Kehidupan Tempo Dulu di Kampung Kenangan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kampung Kenangan

Beragam mural atau lukisan dinding menghiasi dinding sejumlah rumah, ketika memasuki gang pemukiman.

Lukisan dinding sebagian besar bertemakan ikan dan laut, karena pemukiman ini berada di pinggir pantai Klandasan.

Di antara pemukiman ini, terdapat hiasan yang menarik berbahan daur ulang, yang memiliki daya tarik tersendiri dan membuat pengunjung akan merasakan keasrian dari kampung Pinisi.

Tidak banyak yang tahu, bahwa kampung ini dulu adalah pemukiman kumuh. Bahkan, pada 2008 sempat ludes terbakar.

Kebakaran itu membuat separuh warga hengkang ke pemukiman lain. Sebagian lain tetap bertahan dan membangun kembali perkampungan itu. Kesamaan nasib tampaknya membuat mereka kompak untuk selalu berupaya membuat kampung menjadi lebih baik.

Akhirnya, perlahan kampung ini menjadi salah satu destinasi wisata di Balikpapan.

- Kampung Wisata Peduli Inflasi

Kampung Wisata Peduli Inflasi di RT 32 Kecamatan Balikpapan Kota atau di belakang Hotel Aston, Kamis (27/12/2018). (TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH)

Kampung Wisata Peduli Inflasi berada di Kampung Phinisi RT 32 Kecamatan Balikpapan Kota atau di belakang Hotel Aston

Warga yang tinggal di Kampung Wisata Peduli Inflasi merupakan warga pesisir pantai.

Kebanyakan aktivitas kesehariannya adalah nelayan.

Kampung ini didesain elok dan cantik dari program CSR Bank Indonesia Balikpapan.

Hampir sama dengan Kampung Warna Warni yang ada di Teluk Seribu Manggar, Balikpapan Timur, namun lokasinya berada di tengah kota, dan mudah dijangkau dengan kendaraaan.

Di lokasi itu juga banyak spot foto yang keren dan lukisan mural di dinding rumah warga.

Untuk warga Balikpapan yang bosan berlibur ke pantai dan mal, bisa mencoba menikmati sore di Kampung Wisata Peduli Inflasi ini.

Dulunya permukiman ini sangat kumuh, karena berada persis di bibir laut Balikpapan, kampung ini pun gersang.

Halaman
1234