Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Ingin Tahu Bagaimana Tokyo Mampu Mengatasi Banjir? Katedral Bawah Tanah Ini Jawabannya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ingin Tahu Bagaimana Tokyo Mampu Mengatasi Banjir? Katedral Bawah Tanah Ini Jawabannya

Jalanan, rumah dan toko serta kantor terendam.

Setelah kehancuran dan kekacauan itu, pemerintah Jepang pun meningkatkan komitmen keuangan mereka.

"Bahkan pada 1950 dan 1960-an, saat Jepang tengah berusaha bangkit dari perang, pemerintah telah menginvestasikan sekitar 6-7 persen dari anggaran nasional untuk bencana dan pengurangan risiko," kata Miki Inaoka, pakar bencana di Japan International Cooperation Agency (JICA).

Perencana kota di Tokyo harus mempertimbangkan berbagai sumber banjir.

Jika hujan deras terjadi di hulu, maka sungai akan bertambah deras dan merendam kawasan perkotaan di hilir.

Atau jika hujan terjadi di kota, maka sistem pembuangan air akan kesulitan menanganinya, atau mungkin ada tsunami yang mengancam kawasan pesisir.

Tapi bagaimana jika gempa menghancurkan bendungan atau saluran air?

Setelah perencanaan beberapa dekade dan pembangunan nonstop, kini Tokyo memiliki belasan bendungan, waduk dan saluran air.

Jika membelah permukaan tanah kota ini, seperti kamu membelah kue ulang tahun, akan terlihat terowongan bawah tanah yang berdampingan dengan jalur kereta bawah tanah dan pipa gas di seluruh kota.

Saluran Pembuangan Bawah Tanah Kawasan Metropolitan (MAOUDC) dan 'katedral banjir' senilai hampir Rp30 triliun adalah satu satu keunggulan teknik yang paling mengesankan di kota ini.

Sistem ini selesai dibangun pada 2006 setelah pengerjaan 13 tahun, dan merupakan fasilitas pemecah banjir terbesar di dunia, serta bagian dari upaya Tokyo untuk terus-menerus memperbaiki sistem air mereka.

"Jepang adalah negara yang sangat percaya pada pembelajaran," kata Torajada, yang mengunjungi sistem MAOUDC pada 2017.

"Ini menarik untuk contoh kasus," imbuhnya.

Saluran itu menyedot air dari sungai ukuran kecil dan menengah di Tokyo Utara dan memindahkannya ke Sungai Edo yang lebih besar dan lebih bisa menangani volume.

Ketika salah satu sungai meluap, air akan jatuh ke satu dari lima tangki silindris setinggi 70 meter yang tersebar di sepanjang saluran ini.

Halaman
1234