Meskipun hampir semua Gurun Atacama kering, di sebuah tempat di ujung utara gurun terlihat pohon zaitun, kaktus, lumut, dan pakis.
Darimana tumbuhan ini mendapatkan air?
Yang jelas bukan dari hujan.
Pada malam hari, daerah ini diselimuti kabut laut yang disebut camanchaca.
Pada pagi hari kabut itu berubah menjadi embun.
Embun pun berubah menjadi tetesan air.
Suku Indian Atacamenos yang tinggal di pinggir gurun juga memanfaatkan camanchaca untuk mendapatkan air.
Mereka memasang jaring di atap rumah untuk menangkap kabut camanchaca.
Dengan cara itu, mereka bisa mendapatkan air untuk mandi, memasak, minum ternak, dan menyirami kebun sayur mayur.
Teropong Atacama
Sebagaimana dilansir TribunTravel.com dari Kidnesia.com, langit Altacama sangat jernih dan bersih dari uap air.
Para ilmuwan dunia pun memanfaatkan gurun Atacama sebagai tempat pengamatan astronomi internasional.
Tempat pengamatan tersebut disebut Atacama Large Millimeter Array (ALMA).
Dengan menggunakan teleskop radio, para ilmuwan dari Eropa, Amerika, Kanada, Chili, dan Asia Timur bekerjasama untuk melakukan pengamatan terhadap alam semesta.
Konon, Altacama merupakan tempat paling sempurna untuk mengamati bintang. (Kidnesia.com)