Breaking News:

Vaksin Meningitis Langka, Ribuan Jemaah Umrah Terancam Gagal Berangkat ke Arab Saudi

Kelangkaan vaksin meningitis membuat ribuan jemaah umrah asal Indonesia terancam gagal berangkat ke Arab Saudi.

Editor: Sinta Agustina
TRIBUNNEWS/HUSEIN SANUSI
Jemaah bersiap untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (26/7/2019). Jemaah tetap memenuhi Masjidil Haram meski cuaca di Makkah sedang pada puncak panas dengan suhu mencapai 48 derajat celsius. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kelangkaan vaksin meningitis membuat ribuan jemaah umrah asal Indonesia terancam gagal berangkat ke Arab Saudi.

Untuk diketahui, vaksin meningitis merupakan salah satu syarat keberangkatan menjalankan ibarah umrah.

Jemaah umrah mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi pada 17 Juli 2021.
Jemaah umrah mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi pada 17 Juli 2021. (FAYEZ NURELDINE/AFP)

Dilaporkan Tribun Timur, vaksin meningitis diperkirakan baru akan tersedia pada Oktober 2022.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), Firman M Nur mengatakan kelangkaan vaksin meningitis dan International Certificate of Vaccination (ICV) atau lebih dikenal dengan buku kuning, boleh dibilang merupakan kejadian luar biasa.

Baca juga: Visa Umrah Jemaah Indonesia Masih Gunakan Skema Business to Businness

Menurutnya, hal ini akan berakibat fatal jika pemerintah terus memaksakan menerapkan regulasi, namun tidak bisa menyediakan vaksin dan buku kuning.

“Ini warning buat pemerintah. Krisis vaksin ini berakibat kegagalan keberangkatan jemaah umrah,” kata Firman di Jakarta, Minggu (25/9/2022).

LIHAT JUGA:

Ia mencontohkan, kegagalan berangkat jemaah umrah lantaran terganjal soal vaksin meningitis dan buku kuning sebagaimana yang terjadi di Bandara Juanda, Surabaya, beberapa waktu lalu.

”Itu kejadian sebelum vaksin meningitis langka, apalagi sekarang vaksin meningitis tidak tersedia. Pemerintah tidak mampu menyediakan vaksin yang dibutuhkan masyarakat yang mau ibadah,” ujarnya.

Bahkan akibat krisis vaksin dan buku kuning itu, sejumlah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menutup sementara layanan vaksinasi meningitis.

Baca juga: Unik! Ada Pasar di Arab Saudi yang Tidak Pernah Dikunjungi Wanita, Alasannya Bikin Takjub

Salah satunya KKP Kelas I Soekarno-Hatta yang mengumumkan tutup sementara sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan.

Hal yang sama dilakukan oleh KKP Kelas II Pekanbaru.

Ilustrasi vaksin meningitis.
Ilustrasi vaksin meningitis. (pexels.com)

Firman menegaskan, pemerintah Arab Saudi sendiri dalam pelaksanaan di lapangan sudah melonggarkan penerapan aturan ini.

Malah sudah tidak ada lagi pemeriksaan terkait vaksin meningitis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved