Breaking News:

Kisah Pembajakan Kuwait Airways, Pelaku Kabur dan Tak Pernah Ditemukan

Penerbangan Kuwait Airways menjadi sorotan dunia setelah dibajak oleh pejuang gerilya Lebanon pada 1988 silam.

Flickr/ Bill Wilt
Maskapai penerbangan Kuwait Airways. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kembali pada 1988 silam, sebuah penerbangan Kuwait Airways menjadi sorotan dunia setelah dibajak oleh pejuang gerilya Lebanon.

Pesawat Kuwait Airways yang terbang dari Bangkok ke Kuwait tersebut bahkan dipaksa terbang ke beberapa negara berbeda di 3 benua.

Maskapai penerbangan Kuwait Airways.
Maskapai penerbangan Kuwait Airways. (Flickr/ allen watkin)

Situasi semakin mengerikan, mengingat bahwa semua sandera masih berada di dalam penerbangan Kuwait Airways KU422 itu.

Pesawat kemudian mendarat di Aljazair 16 hari kemudian dan para pelaku pembajakan melarikan diri.

Baca juga: Kisah Pembajakan Pesawat Qantas 1737, Gagal Berkat Aksi Heroik Kru dan Penumpang

Sayangnya, para pelaku tidak pernah ditemukan hingga kini.

Melansir Simple Flying, penerbangan Kuwait Airways KU422 berangkat dari Bangkok menuju Bandara Internasional Kuwait (KWI) di Timur Tengah pada 5 April 1988.

Penerbangan ini membawa 97 penumpang dan 15 awak, termasuk tiga anggota keluarga kerajaan Kuwait.

Tiga jam setelah lepas landas dan penerbangan melaju di atas Laut Arab, beberapa penumpang Lebanon yang dipersenjatai dengan senapan mesin serta granat tangan melumpuhkan awak kabin.

Mereka menemukan akses menuju dek penerbangan, dan awak pesawat diperintahkan untuk menerbangkan pesawat menuju Iran.

Saat mendekati wilayah udara Iran, penerbangan Kuwait Airways KU422 awalnya tidak mendapat izin untuk mendarat.

Namun, setelah mengetahui bahwa pesawat itu kekurangan bahan bakar, pihak berwenang Iran menyerah dan membebaskan pesawat untuk menuju Bandara Mashhad (MHD).

Setelah mendarat, para pembajak mengeluarkan tuntutan mereka kepada pihak berwenang Iran.

Baca juga: 10 Fakta Unik Dunia Penerbangan, dari Turbulensi hingga Angka yang Dianggap Sial

Pembajak meminta 17 tahanan Muslim Syiah Lebanon yang ditahan oleh Pemerintah Kuwait untuk dibebaskan.

Tahahan tersebut ialah sekelompok individu yang telah divonis bersalah atas keterlibatan mereka dalam pemboman teroris di Kuwait pada tahun 1983.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved