Breaking News:

Satelit Starlink Milik Elon Musk Hancur Diterpa Badai Luar Angkasa

Ledakan di permukaan matahari menghancurkan 38 satelit Starlink milik Elon Musk, mengakibatkan kerugian ekonomi puluhan juta dolar.

Flickr/ Steve Jurvetson
Elon Musk, pendiri Tesla dan Space X yang saat ini menjadi orang terkaya di dunia. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ceo Space X, Elon Musk, bertekad membangun jaringan internet Starlink yang luas.

Namun, tentu saja, Elon Musk harus menghadari beberapa kendala di sepanjang perjalanannya.

Elon Musk, CEO SpaceX and Tesla. Pada Februari 2022 lalu, 38 satelit Starlink Elon Musk dimusnahkan oleh
Elon Musk, CEO SpaceX and Tesla. Pada Februari 2022 lalu, 38 satelit Starlink Elon Musk dimusnahkan oleh "perisitwa penghancuran". (Flickr/ Daniel Oberhaus)

Kembali pada Februari 2022 lalu, 38 satelit Starlink Elon Musk dimusnahkan oleh "perisitwa penghancuran".

Apesnya, peristiwa ini diperkirakan semakin memburuk dalam waktu dekat dan memuncak pada tahun 2025 mendatang.

Baca juga: Pelacak Jet Pribadi Elon Musk Ungkap Akan Berhenti dengan Satu Syarat

Lantas, apa sih yang sebenarnya terjadi?

Melansir Entrepreneur, Jumat (23/9/2022), ledakan di permukaan matahari menyebabkan gelombang partikel matahari yang energetik menyapu planet kita.

Ledakan tersebut memanaskan atmosfer bumi dan meningkatkan densitas (masa jenis) udara di tingkat orbit satelit Starlink.

Akibatnya, satelit mulai tenggalam dan akhirnya terbakar dengan kecepatan ribuan mil per jam.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh para peneliti di Cina dan Amerika Serikat pada bulan Agustus mengungkapkan kerugian ekonomi puluhan juta dolar.

Namun dalam skema besar, kerugian itu merupakan kendala kecil untuk SpaceX, yang memiliki lebih dari 3.000 satelit Starlink di orbit dan berencana untuk meluncurkan sekira 40.000 lebih.

Baca juga: Ibu Elon Musk Mengaku Tidur di Garasi saat Mengunjungi Putranya di Markas SpaceX, Kenapa?

Sayangnya perusahaan juga dapat merasakan tantangan serupa di masa depan.

Hal itu disebabkan karena aktivitas matahari, dan cuaca luar angkasa yang menyertainya, meningkat sesuai dengan siklus 11 tahun matahari yang akan mencapai puncaknya pada musim panas 2025.

Elon Musk, dengan kecerdasasanya, mengadopsi kemungkinan kendala-kendala tersebut ke dalam strategi Starlink-nya.

Ia lantas melepaskan satelit di ketinggian rendah sehingga mereka hancur dengan cepat jika terjadi kegagalan dan tidak terjebak di luar angkasa.

Elon Musk, pebisnis Amerika Serikat yang merupakan pendiri SpaceX dan Tesla.
Elon Musk, pebisnis Amerika Serikat yang merupakan pendiri SpaceX dan Tesla.  Saat ini Elon Musk menjadi orang terkaya di dunia. (Flickr/ Heisenberg Media)
Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved