Breaking News:

Daftar Aturan dan Tata Cara Melukat di Pura Tirta Empul Bali untuk Pemula

Panduan melukat di Pura Tirta Empul Bali untuk kamu yang baru pemula. Lokasinya di Jalan Tirta, Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Suasana melukat di Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar, Bali 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ingin mencoba melukat di Pura Tirta Empul Bali?

Melukat merupakan proses pembersihan diri atau penyucian diri bagi Umat Hindu Bali, namun kini beberapa wisatawan juga mulai mengikuti dan melaksanakan prosesi melukat.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat ke Bali Naik Dua Kali Lipat, Kunjungan Wisman Menurun

Destinasi Wisata Bali, Situasi Hari Banyupinaruh di Pura Tirta Empul, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali,Minggu 31 Januari 2021
Destinasi Wisata Bali, Situasi Hari Banyupinaruh di Pura Tirta Empul, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali,Minggu 31 Januari 2021 (Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta)

Baca juga: Keliling Bali Tanpa Ribet, Cek 7 Tempat Sewa Motor di Kuta dengan Tarif Mulai Rp 50 Ribuan

Buat kamu yang tertarik melukat, kamu bisa mengunjungi Pura Tirta Empul.

Pura Tirta Empul berlokasi di Jalan Tirta, Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Pura Tirta Empul yang disucikan, kini menjadi satu objek wisata yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Baca juga: Kelakuan Buruk Turis Asing di Bali, Keluarkan Separuh Tubuh dari Mobil yang Melaju Kencang

Baca juga: Pilihan Tempat Sewa Motor di Badung Bali yang Murah dan Berkualitas, Tarif Mulai Rp 50 Ribu per Hari

Untuk diketahui Pura Tirta Empul berjarak 32 kilometer dari Pusat Kota Denpasar.

Selanjutnya, bagi kamu yang baru pertama kali akan melaksanakan prosesi melukat, berikut tata cara dan peraturan di Pura Tirta Empul.

Peraturan Melukat di Pura Tirta Empul:

  1.  Berpakaian adat Bali atau memakai selendang
  2. Tidak diperkenankan memakai celana pendek
  3. Tidak diperkenankan memakai sabun, shampoo dan sejenisnya saat mandi di kolam
  4. Tersedia loker bagi wisatawan yang ingin menitipkan barang bawaannya
  5. Tidak diperbolehkan membawa kamera ke kolam suci saat mengikuti prosesi melukat
  6. Bagi wanita yang sedang datang bulan, tidak diperbolehkan untuk mengikuti prosesi melukat
  7. Pengunjung harus berpakaian yang sopan dan wajib mengganti dengan kain khas Bali saat akan melukat.
  8. Menjaga sikap menghargai budaya lokal. Seperti mengikuti prosesi dengan memakai sajen, dan lain-lain.
  9. Ada larangan tertentu di beberapa tempat yang biasanya sudah tertulis di papan pengumuman. Salah satu contohnya, tidak boleh memakai tas atau ikat pinggang dari kulit sapi. Peraturan khusus ini sebaiknya diperhatikan terlebih dahulu oleh pengunjung.
  10. Tidak boleh berbicara sembarangan, seperti mengumpat, mencaci maki, atau berkata kotor selama melakukan prosesi wisata spiritual.
Suasana melukat di Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar, Bali
Suasana melukat di Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar, Bali (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Baca juga: Tindak Tegas Polusi Suara di Canggu Bali, Sandiaga Uno Ajak Wisatawan Saling Menghargai

Kemudian untuk tata cara melukat di Pura Tirta Empul memiliki beberapa variasi proses Melukat.

Terlebih ada yang mungkin sedikit berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Pada umumnya, wisatawan yang mengikuti prosesi melukat akan diminta untuk datang ke suatu tempat.

Prosesi ini bisa juga dilakukan di suatu lahan tanah yang menghadap ke sungai atau mata air, jadi tidak hanya di pura. 

Khususnya bagi umat Hindu, mereka bisa membawa sajen untuk dihaturkan saat sembahyang sebelum mulai Melukat.

Setelah sembahyang, tribunners bisa berganti pakaian sebelum melakukan pembersihan diri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved