Breaking News:

Menilik Monumen Pers Nasional, Bangunan Ikonik di Kota Solo yang Penuh Sejarah

Monumen Pers Nasional merupakan salah satu warisan cagar budaya yang ada di Kota Solo, terutama bagi sejarah perkembangan pers nasional di Indonesia.

Dok. Kominfo
Monumen Pers Nasional, Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/9/2018). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Monumen Pers Nasional merupakan sebuah bangunan ikonik di Kota Solo, Jawa Tengah.

Dulunya, Monumen Pers Nasional dikenal dengan nama Societeit Sasana Soeka.

Monumen Pers Nasional di Kota Solo, Jawa Tengah.
Monumen Pers Nasional di Kota Solo, Jawa Tengah. (TRIBUNSOLO/Ahmad Hudzaifah)

Kini Monumen Pers Nasional berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Monumen Pers Nasional juga menjadi salah satu warisan cagar budaya yang ada di Kota Solo, terutama bagi sejarah perkembangan pers nasional di Indonesia.

Baca juga: Jadwal Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari Solo Periode September 2022

Menilik lebih jauh ke belakang, Monumen Pers Nasional dibangun pada tahun 1918 atas perintah dari KGPAA Mangkunegara VII, Pangeran Adipati Aryo Prangwedana.

Tujuan didirikannya Monumen Pers Nasional adalah sebagai sebuah balai perkumpulan dan ruang pertemuan, seperti dilansir dari laman Pemkot Solo, Minggu (11/9/2022).

Meskipun baru dibangun tahun 1918, tetapi rancangan gambar gedung Monumen Pers Nasiional telah diberikan kepada Mangkunegara VII sejak tahun 1917.

Bangunan Monumen Pers Nasional dirancang oleh seorang arsitek asal Wonosobo yang bernama Mas Aboekasan Atmodirono.

Keunikan gedung karya Aboekasan Atmodirono ini terlihat dari gaya arsitekturnya yang memadukan corak Hindu-Budha dengan kolonial pada masa tersebut.

Ciri khas Hindu-Budha tampak dari beberapa ornamen yang menyerupai stupa di bagian atap, wajah bangunan bertingkat yang menyerupai candi, serta dinding gedung yang terbuat dari batu andesit.

Sedangkan ciri kolonial terlihat dari adanya pilar besar serta jendela dan pintu yang lebar.

Baca juga: Mie Ayam Pasoepati di Solo yang Super Laris, Porsi Jumbo dengan Topping Ayam Melimpah

Pada tahun 1933, Monumen Pers Nasional menjadi saksi atas terbentuknya radio publik pertama yang dioperasikan oleh pribumi Indonesia, yakni Solosche Radio Vereeniging.

Kemudian pada tahun 1937, Solosche Radio Vereeniging diperkirakan menyiarkan musik gamelan secara langsung dari Solo untuk mengiringi Putri Mangkunegoro VII, Gusti Nurul, yang tengah menarikan tari Bedhaya Srimpi di Istana Kerajaan Belanda di Den Haag.

Terhitung setelahnya, Monumen Pers Nasional beberapa kali telah beralih fungsi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved