Breaking News:

Angkot Feeder Diminati di Palembang, Penggunanya Lebih dari 100 Ribu Sejak Juni 2022

Minat masyarakat Palembang dan sekitarnya untuk menggunakan angkutan umum meningkat sejak kehadiran angkot feeder Juni 2022.

Instagram/@kemenhub151
Angkot feeder di Palembang telah diresmikan sejak Sabtu (11/6/2022), beroperasi sebagai angkutan pengumpan Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) Sumatera Selatan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kehadiran layanan angkot feeder terbukti sukses meningkatkan minat masyarakat kota Palembang, Sumatera Selatan dan sekitarnya untuk menggunakan angkutan umum.

Layanan angkot feeder di Palembang sudah dioperasikan secara gratis sejak Juni 2022 lalu dengan dua koridor.

Budi Karya Sumadi menjajal integrasi antarmoda angkot feeder dan LRT dalam kunjungan kerjanya ke Palembang pada Sabtu (27/8/2022).
Budi Karya Sumadi menjajal integrasi antarmoda angkot feeder dan LRT dalam kunjungan kerjanya ke Palembang pada Sabtu (27/8/2022). (Dok. Kemenhub)

Hasilnya, sudah sekira 100 ribu lebih penumpang telah menggunakan angkot feeder atau angkutan pengumpan untuk Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) di Palembang.

“Saya senang sejak bulan Juni kita menambah angkot feeder LRT, penumpang LRT pun turut naik 25 persen," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dikutip dari laman dephup.go.id, Senin (29/8/2022).

Baca juga: Tiga Upaya Kemenhub Stabilkan Harga Tiket Pesawat, Termasuk Menghilangkan Pajak Avtur

"Saya lapor Presiden, beliau apresiasi, dan menugaskan agar ditambah lagi (koridor angkot feeder),” tambahnya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Palembang pada Sabtu (27/8/2022), Budi Karya Sumadi menjajal integrasi antarmoda angkot feeder dan LRT.

Budi Karya Sumadi naik LRT dari Stasiun LRT Sumsel di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, kemudian turun di Stasiun LRT Asrama Haji.

Ia melanjutkan perjalanan menggunakan angkot feeder (berbasis listrik) menuju Hotel Santika Premiere Bandara, untuk menghadiri kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Sistem E-Ticketing Berbasis Akun untuk Mendukung Integrasi Pembayaran Antarmoda dan Sosialisasi Sistem Pembayaran BRT yang diselenggarakan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub.

“Untuk penambahan koridor angkot feeder ke depannya akan menggunakan mobil listrik. Tetapi kita memang butuh suatu studi/kajian untuk melakukan pengamatan dan komparasinya,” tutur Budi Karya Sumadi.

Baca juga: Kemenhub Lakukan Uji Coba Runway Bandara Halim Perdanakusuma, Siap Beroperasi September 2022

Lebih lanjut, Budi Karya Sumadi mendorong dilakukannya integrasi sistem pembayaran e-ticketing antarmoda angkutan massal yang ada di kota Palembang, yaitu antara angkot feeder, BRT, dan LRT.

“Pada sistem e-ticketing ada konsep first mile dan last mile. Jadi ada kepastian dari dan tujuan secara lengkap dan terukur, yang memberi kemudahan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sejak peluncuran angkot Feeder pada Juni lalu, jumlah penumpangnya mencapai 105.709 orang.

Sejalan dengan itu, penumpang LRT per 23 Agustus 2022 juga meningkat, yaitu hingga 1.791.803 penumpang.

Jika rata-rata penumpang harian bisa konsisten, maka hingga akhir tahun diproyeksikan jumlah penumpang LRT bisa melebihi masa sebelum pandemi yaitu sebanyak 2,7 juta penumpang.

Angkot feeder di Palembang baru saja diresmikan, Sabtu (11/6/2022) dan akan beroperasi sebagai angkutan pengumpan Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) Sumatera Selatan.
Angkot feeder di Palembang baru saja diresmikan, Sabtu (11/6/2022) dan akan beroperasi sebagai angkutan pengumpan Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) Sumatera Selatan. (Instagram/@kemenhub151)
Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved