Breaking News:

Ilmuwan Temukan Fosil Plesiosaurus di Gurun Sahara, Sebut Kebaradaan Monster Loch Ness Masuk Akal

Ilmuwan temukan fosil plesiosaurus di sungai berusia 100 juta tahun, mengunatkan kemungkinan bahwa Monster Loch Ness diyakini keberadaannya.

Flickr/ Internet Archive Book Images
Plesiosaurus, reptil prasejarah dengan leher panjang yang dikaitkan erat dengan keberadaan Monster Loch Ness. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ilmuwan menyebut bahwa gagasan tentang Monster Loch Ness yang bisa hidup di dataran tinggi Skotlandia mungkin tidak terlalu mengada-ada.

Para peneliti dari University of Bath menyatakan bahwa "masuk akal" jika plesiosaurus, reptil prasejarah dengan leher panjang, pernah hidup di danau Skotlandia dan dikenal sebagai Loch Ness.

Ilustrasi plesiosaurus, reptil prasejarah dengan leher panjang, yang dikaitkan erat dengan Monster Loch Ness.
Ilustrasi plesiosaurus, reptil prasejarah dengan leher panjang, yang dikaitkan erat dengan Monster Loch Ness. (Flickr/ Internet Archive Book Images)

Gagasan tentang Loch Ness ini dimuat oleh para peneliti dalam sebuah jurnal bertajuk Cretaceous Research.

Melansir People, Sabtu (30/7/2022), kemungkinan benar adanya Loch Ness muncul setelah para peneliti mengidentifikasi fosil plesiosaurus di sistem sungai berusia 100 juta tahun.

Baca juga: Keberadaan Monster Loch Ness Berhasil Terekam Google Maps Street View, Benarkah?

Sungai tersebut berlokasi di kawasan Gurun Sahara, Maroko.

Temuan menunjukkan menunjukkan bahwa reptil itu mungkin hidup di air tawar dan bukan hanya air laut, seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Seperti dicatat oleh Independent, skeptis dari Monster Loch Ness sering menunjukkan bahwa plesiosaurus tidak dapat hidup di danau.

Sebab, reptil yang memiliki kemiripan dengan penggambaran populer Loch Ness tersebut diyakini hanya tinggal di daerah dengan air laut saja.

"Agak kontroversial, tapi siapa bilang karena kami ahli paleontologi selalu menyebut mereka 'reptil laut', mereka harus hidup di laut?" kata Dr. Nick Longrich dari Universitas Milner Center for Evolution.

"Banyak garis keturunan laut menyerbu air tawar," tambahnya.

Baca juga: Fakta Unik Ironbound, Hiu Monster Terbesar di Dunia yang Ditemukan di Pantai Timur AS

Dalam abstrak jurnal tersebu , para peneliti mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa "plesiosaurus dan reptil laut lainnya sering mengeksploitasi lingkungan non-laut."

"Tulang yang terisolasi sebenarnya memberi tahu kita banyak tentang ekosistem purba dan hewan di dalamnya," jelas Longrich

"Mereka jauh lebih umum daripada kerangka, mereka memberi Anda lebih banyak informasi untuk dikerjakan," imbuhnya.

Dia melanjutkan, "Tulang dan gigi ditemukan berserakan dan di tempat yang berbeda, bukan sebagai kerangka. Jadi setiap tulang dan gigi adalah hewan yang berbeda. Kami memiliki lebih dari selusin hewan dalam koleksi ini."

Para peneliti mengidentifikasi fosil plesiosaurus di sistem sungai berusia 100 juta tahun. Penemuan ini berlokasi di kawasan Gurun Sahara, Maroko.
Para peneliti mengidentifikasi fosil plesiosaurus di sistem sungai berusia 100 juta tahun. Penemuan ini berlokasi di kawasan Gurun Sahara, Maroko. (Pixabay/Wolfgang_Hasselmann)
Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved