Breaking News:

Idul Adha 2022

Waspada Wabah PMK! Begini Cara Mengolah Daging Sapi Kurban, Termasuk Tidak Dibakar

Perlu cara khusus untuk mengolah daging sapi kurban di tengah wabah PKM. Tujuannya agar kita tetap aman ketika mengonsumsinya.

Alwi Hafizh A. /Unsplash
Ilustrasi sapi yang hendak dikurban. Wabah PMK membuat kita harus ekstra waspada saat mengolah daging kurban. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Wabah virus penyakit kaki dan mulut (PMK) tentu membuat kita harus semakin waspada ketika mengonsumsi daging sapi kurban.

Perlu cara khusus untuk mengolah daging sapi kurban di tengah wabah PMK.

Baca juga: Tips Menyimpan Ketupat Agar Tidak Layu dan Tetap Enak Disantap dengan Opor Daging Sapi

Ilustrasi daging sapi kurban yang akan diolah.
Ilustrasi daging sapi kurban yang akan diolah. (Unsplash/PK)

Baca juga: 4 Resep Bumbu Rendang Daging Sapi Khas Padang hingga Suwir, Cocok untuk Lauk saat Idul Adha 2022

Pengolahan daging sapi kurban yang benar dapat membuat kita menjadi lebih aman.

Dokter Puskeswan Jatinom, Duwi Pudji menerangkan, jika mengacu pada fatwa MUI sapi yang terindikasi PMK kemudian sembuh dapat disembelih untuk kurban.

"Kalau mengacu pada fatwa MUI tidak apa-apa (jika disembeli)," terang dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (9/7/2022).

Duwi menegaskan, dengan kondisi sapi yang seperti itu tetap aman untuk disembelih namun harus sesuai dengan standar operasional (SOP) tersendiri.

Baca juga: 4 Resep Gepuk Daging Sapi Enak untuk Sajian Idul Adha 2022 yang Unik dan Mengenyangkan

Baca juga: 3 Resep Sate Daging Sapi Empuk dan Mudah Dibuat, Cocok Jadi Sajian Idul Adha 2022

"Kalau sapi itu mau disembelih aman untuk disembelih, namun harus sesuai SOP," ungkapnya.

"Daging sapi yang akan dikonsumsi harus dimasak dengan cara direbus selama 30 menit dalam suhu minimal 70 derajat, terutama untuk jeroan, kaki dan kepala," tambahnya.

"Dan sementara ini untuk tidak mengkonsumi daging dengan cara dibakar," tambahnya.

Duwi mengatakan jika sapi yang teridikasi PMK dapat terlihat dari jeroannya, lantaran saat dimasak dengan suhu tinggi akan hancur.

"Saran kami kalau jeroannya (terlihat) tidak layak, saran kami jangan dipakai, dari pada nanti mendatangkan masalah," terangnya.

"Dari informasi yang kami terima kalau sudah sakit, jeroannya atau organ dalam kalau di rebus nanti hancur, selain itu organ dalam mengandung residu anti biotik," imbuhnya.

"Jadi saran kami untuk tidak dikonsumsi," pungkasnya.

Penjual Sapi Merana

Ilustrasi sapi yang hendak dikurban
Ilustrasi sapi yang hendak dikurban (Alwi Hafizh A. /Unsplash)

Baca juga: 6 Cara Mudah Mengempukkan Daging Sapi Lengkap dengan Resep Masaknya

Halaman
123
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved