Breaking News:

30 Tahun Terendam Air, Desa 'Hantu' Muncul dari Bendungan yang Kekeringan saat Musim Panas

Atap-atap rumah yang mengintip dari permukaan air bendungan telah menjadi pemandangan umum setiap musim panas di bendungan Lindoso, barat laut Spanyol

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
intisari.grid.id
Ilustrasi - Bendungan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah desa 'hantu' muncul dari bendungan setelah 30 tahun terendam air.

Musim panas telah membuat bendungan di Spanyol mengalami kekeringan.

Menurut laporan The Sun yang dilansir pada Jumat (25/2/2022), hujan yang tidak terjadi selama hampir dua bulan ini membuat reruntuhan Aceredo, sebuah desa yang ditinggalkan muncul.

Baca juga: Madame Tussauds Los Angeles Tawarkan Paket Acara Pernikahan dengan Tamu Selebriti Favorit, Mau?

Atap-atap rumah yang mengintip dari permukaan air bendungan telah menjadi pemandangan umum setiap musim panas di bendungan Lindoso, barat laut Spanyol.

Penduduk setempat bahkan dapat melihat bangkai mobil yang berkarat, air mancur batu dengan air yang masih menyembur.

Desa Acerado yang terendam air di bendungan Lindoso, Spanyol.
Desa Aceredo yang terendam air di bendungan Lindoso, Spanyol. (AFP/MIGUEL RIOPA)

Hingga jalanan tua menuju tempat yang dulunya adalah bar setempat.

Pada musim panas, sebagian dari desa tua Aceredo akan tampak.

Desa 'hantu' ini tenggelam selama 30 tahun ketika bendungan pembangkit listrik tenaga air membanjiri lembah tersebut.

Namun menurut sejarah, belum pernah desa ini muncul secara keseluruhan di tengah musim dingin yang biasanya berlimpah air.

Pensiunan Maximino Perez Romero (65) dari A Coruna mengatakan dia merasa seperti sedang menonton film.

"Saya merasa sedih. Perasaan saya adalah inilah yang akan terjadi selama bertahun-tahun karena kekeringan dan perubahan iklim," uajarnya.

Baca juga: Warung Bakso All You Can Eat di Bogor, Bayar Rp 20 Ribu Bisa Ambil Bakso Sepuasnya

Baca juga: Viral Video Buaya Kabur Pecahkan Kaca Mobil saat Akan Dipindahkan dari Kebun Binatang

Sementara Jos Luis Penn (72) biasanya berhenti di bar bersama teman-temannya di akhir hari setelah memancing.

"Seluruh tempat itu dulunya adalah kebun anggur, pohon jeruk. Semuanya hijau dan indah," kata Penn yang pernah tinggal di desa tersebut dan menunjuk ke dasar waduk berwarna kuning yang retak.

"Lihatlah sekarang, sedih sekali," imbuhnya.

Desa Aceredo di Spanyol.
Desa Aceredo di Spanyol. (AFP/MIGUEL RIOPA)
Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved