Breaking News:

Imlek 2022

Tidak Ada Grebeg Sudiro, Kota Solo Hanya Pasang Lampion saat Imlek 2022

Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Solo tidak akan semeriah tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Nurul Intaniar
TRIBUN JATENG/SUHARNO
Kera raksasa memeriahkan acara Grebeg Sudiro di Solo, Minggu (31/1/2016). Grebeg Sudiro merupakan acara menyambut tahun baru Imlek Kera Api dan merupakan wujud alkulturasi di Solo khususnya di Kelurahan Sudiroprajan, Jebres. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Solo tidak akan semeriah tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19.

Tahun lalu, pemerintah Solo bahkan memutuskan untuk tidak memasang lampion Imlek.

Namun tahun ini, kawasan Pasar Gede akan kembali dihiasi lampion dan patung shio.

Kendati demikian jumlahnya tak akan sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: 6 Tempat Makan Nasi Liwet Enak di Solo Buat Menu Sarapan, Sudah Buka Mulai Jam 5 Pagi

"Lampion dipasang tapi terbatas, terbatas biar tidak ada kerumunan," kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka kepada TribunSolo.com.

Pada tahun ini hanya dipasang 1.000 lampion.

Tugu Jam Pasar Gede dipadati pengunjung (15/01/2020). Untuk meramaikan perayaan Tahun Baru Imlek di Solo telah dipasang 5.000 lampion, 12 lampion shio, lampion dewa uang dan enam lampion maskot shio tikus.
Tugu Jam Pasar Gede dipadati pengunjung (15/01/2020). Untuk meramaikan perayaan Tahun Baru Imlek di Solo telah dipasang 5.000 lampion, 12 lampion shio, lampion dewa uang dan enam lampion maskot shio tikus. (KOMPAS.com/YUHARRANI AISYAH)

Pembatasan lampion yang dipasang ini untuk mencegah terjadinya kerumunan masyarakat.

"Lebih sederhana, kan biasanya disitu jadi tempat foto-foto," lanjutnya.

Baca juga: Ribuan Lampion Bakal Dipasang di Pasar Gede Solo saat Imlek, Ini Pesan Gibran untuk Wisatawan

Tidak ada Grebeg Sudiro

Gibran menyebut, acara Imlek tahun ini tidak ada agenda Grebeg Sudiro.

"Kami hanya ingin gregetnya Imlek ada. Jangan sampai sudah dua tahun suasana kemeriahan Imlek tidak ada. Semuanya harus bisa menikmati," kata Gibran, Selasa (25/1/2022), dikutip dari Kompas.com.

Menurut Gibran, acara seperti Grebeg Sudiro berpotensi menimbulkan kerumuman.

Peserta menunjukkan kebolehannya saat atraksi liang liong di Grebeg Sudiro 2020
Peserta menunjukkan kebolehannya saat atraksi liang liong di Grebeg Sudiro 2020 (TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/EKA FITRIANI)

"Spot foto ya disiapkan, tapi tidak ada keramaian, seremoni terbatas. Pokoknya hanya sebagai penanda bahwa ini Imlek begitu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Bersama Imlek 2022 Sumartono Hadinoto menjelaskan, akan ada tiga rangkaian acara yang akan digelar.

Yaitu pemasangan lampion, Cap Go Meh, serta kirab Liong dan Barongsai.

Baca juga: Rekomendasi 5 Tempat Wisata di Solo dan Sekitarnya untuk Libur Imlek 2022

"Jadi sebetulnya kami Panitia Imlek tahun ini belum menyelenggarakan Imlek melihat situasi pandemi belum selesai, apalagi ada virus varian baru Omicron," aku Sumartono.

"Tetapi dengan dukungan dari Wali Kota Gibran yang menyemangati jangan sampai Imlek tahun ini tidak ada lagi," tambahnya.

Baca juga: Icip Lembutnya Tahok Pak Citro Disiram Manis Hangat Kuah Jahe, Kuliner Legendaris di Solo Sejak 1968

Baca juga: Jadwal dan Tarif Tiket KA Bandara Adi Soemarmo Solo per Januari 2022

Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved