Breaking News:

Larangan 14 Negara Masuk ke Indonesia Telah Dicabut, Apa Alasannya?

Daftar 14 negara yang sempat dilarang memasuki Indonesia karena melonjaknya Omicron, kini telah dicabut.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Sinta Agustina
Instagram/@angkasapura2
Prosedur pemeriksaan terbaru Bandara Soekarno-Hatta 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah resmi mencabut kebijakan larangan masuk warga negara asing (WNA) dari 14 negara ke Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melarang masuknya WNA dari 14 negara dengan transmisi komunitas Covid-19 varian Omicron.

Aturan baru ini diputuskan dalam rapat bersama pada Senin (10/1/2022).

Sedangkan pencabutan larangan masuk 14 negara ke Indonesia tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran Covid-19 Nomor 02 Tahun 2022 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri di Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: 8 Negara Dilarang Masuk ke Hong Kong, Maskapai Ini Terpaksa Tanggguhkan Penerbangan

Ilustrasi pelancong yang berada di bandara
Ilustrasi pelancong yang berada di bandara (Anete L?si?a /Unsplash)

Dengan dicabutnya larangan masuk 14 negara tersebut, kini turis internasional bisa masuk ke Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan alasan di balik penghapusan larangan tersebut.

Menurutnya, penghapusan itu dilakukan karena Omicron sudah meluas ke 150 negara di dunia per 10 Januari 2022.

Kondisi itu dinilai cukup mengkhawatirkan, terlebih untuk pergerakan lintas negara.

“Jika pengaturan pembatasan daftar negara masih tetap ada, maka akan menyulitkan pergerakan lintas negara yang masih diperlukan untuk mempertahankan stabilitas negara termasuk pemulihan ekonomi nasional," ujar Wiku.

Keputusan penghapusan daftar negara itu juga diiringi dengan penetapan kriteria WNA yang masih sama ketatnya, sebagaimana telah diatur dalam SE Satgas Covid-19 sebelumnya.

Baca juga: Hong Kong Menangguhkan Penerbangan Transit dari 150 Negara Berisiko Tinggi Covid-19

Baca juga: Uni Eropa Akhiri Larangan Perjalanan untuk Kedatangan dari Negara-negara Afrika Selatan

Atas penghapusan daftar 14 negara tersebut, pemerintah telah menyamakan durasi karantina bagi seluruh pelaku perjalanan internasional.

Bagi pelaku perjalanan internasional kini harus melakukan karantina selama 7x24 jam.

Kebijakan ini tertuan dalam SK KaSatgas Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Pintu Masuk (entry point), Tempat Karantina dan Kewajiban RT-PCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

Keputusan tersebut juga didukung dengan temuan ilmiah dari berbagai negara.

Berdasarkan hasil studi, ditemukan bahwa varian baru Omicron disinyalir memiliki rata-rata kemunculan gejala yang lebih dini sehingga karantina 7 hari dinilai cukup efektif untuk mendeteksi kasus positif.

"Prinsip karantina ini adalah masa untuk mendeteksi adanya gejala karena ada waktu sejak seseorang tertular hingga menunjukkan gejala. Dengan demikian lolosnya orang terinfeksi ke masyarakat dapat dihindari,” kata Wiku.

“Apalagi upaya deteksi berlapis dengan entry dan exit test serta monitoring ketat distribusi varian Omicron dengan SGTF dan WGS yang sejalan dengan rekomendasi strategi multi-layered WHO terkait perjalanan internasional juga dijalankan,” pungkas Wiku.

(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

Baca juga: Indonesia dan 13 Negara yang Tangguhkan Perjalanan Turis Inggris

Baca juga: Jerman Tambahkan 39 Negara Dalam Daftar Wilayah Berisiko Tinggi, Termasuk Swedia dan UEA

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved