Breaking News:

Ketentuan Baru, Arab Saudi Tak Wajibkan Booster Bagi Pengguna Dua Jenis Vaksin Ini

Arab Saudi tidak mewajibkan booster bagi masyarakat yang telah mendapatkan suntikan vaksin Sinocav dan Sinopharm.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Sinta Agustina
Pixabay/Jair Ferreira Belafacce
Ilustrasi vaksin Sinovac 

TRIBUNTRAVEL.COM - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) telah mengutus team advance untuk memberikan informasi terbaru seputar pelaksanaan haji dan umrah di Tanah Suci.

Syatiri Rahman selaku Wakil Sekretaris Jenderal AMPHURI telah mengirimkan team advance untuk meninjau pelaksanaan umrah selama pandemi Covid-19.

Team advance juga dikirim untuk mengedukasi masyarakat agar tetap bersemangat menjalani ibadah umrah dan haji setelah 2 tahun tak ada keberangkatan ke Tanah Suci.

Kabar baiknya, Wakil Sekretaris Jenderal AMPHURI, Rizky Sembada mengatakan jika tidak ada kewajiban booster bagi masyarakat yang telah mendapatkan suntikan dari dua jenis vaksin Sinovac dan Sinopharm.

Baca juga: Vaksin Covid-19 di Ancol Dapat Tiket Rekreasi Gratis, Dosis Kedua Rencananya Januari 2022

Calon jemaah umrah
Calon jemaah umrah (Gambar oleh rahimgmz dari Pixabay)

Kebijakan tersebut diberlakukan berdasar buku panduan penyambut kedatangan tamu jemaah haji atau Muassasah.

Ia mengatakan jika yang paling penting ialah masyarakat telah divaksin dua kali.

“Jadi tidak ada kewajiban booster bagi Sinovac yang penting sudah dua kali (vaksin). Vaksinasi dosis kesatu dan kedua, sudah bisa berumrah,” kata Rizky pada webinar series update dari terkait pelaksanaan umrah, Rabu (5/1/2021) yang dikutip dari Tribunnews.com.

Meski tidak ada kewajiban booster, bagi masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin Sinovac dan Sinopharm tetap harus menjalani karantina.

Masa karantina yang ditetapkan adalah 3 sampai 5 hari setelah kedatangan di Arab Saudi.

Kebijakan ini merupakan aturan nasional Arab Saudi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Adapun karantina memang itu merupakan kebijakan internasional dan kebijakan nasional di Arab Saudi,” lanjut Rizky.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved