TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi masyarakat Jepang, Tahun Baru adalah waktu untuk merayakan banyak tradisi.
Mulai dari mengunjungi kuil, mengirim kartu ucapan, dan menonton acara televisi populer sambil berbagi waktu dengan keluarga.
Osechi adalah bagian dari tradisi tahun baru di Jepang.
Osechi merupakan hidangan tahun baru yang selalu ada di Jepang.
Tak cuma sekadar makanan, osechi memiliki sejarah menarik di belakangnya.
Asal usul osechi

Baca juga: McD Jepang Krisis French Fries, 3 Pesawat Diterbangkan Khusus Angkut Kentang dari AS
Dilansir TribunTravel dari laman allabout-japan ,osechi merupakan masakan khusus yang disiapkan untuk Hari Tahun Baru di Jepang.
Berasal dari konsep yang diadopsi dari China sekira 1300 tahun yang lalu, di mana setiap tahun memiliki lima hari musiman yang penting.
Filosofi ini pertama kali diikuti oleh bangsawan Jepang, yang menunjukkan apresiasi mereka melalui hidangan musiman.
Selama periode Edo (1603–1867), orang-orang biasa juga mulai merayakan hari-hari dengan makanan.
Lima hari yang dimaksud telah berubah selama bertahun-tahun, tetapi pada periode Edo menjadi 7 Januari, 3 Maret, 5 Mei, 7 Juli, dan 9 September.
Nama masakan yang disajikan pada Tahun Baru disebut osechi , bentuk sopan dan singkatan dari sechiku , nama untuk semua hidangan meriah yang disiapkan untuk perayaan musiman.
Semua hidangan yang disiapkan untuk perayaan musiman adalah sechiku ; tetapi makanan untuk Hari Tahun Baru memiliki arti khusus, dan orang-orang memberikan bobot khusus pada makanannya.
Prefiks kehormatan o ditambahkan, dan kata sechiku disingkat menjadi kata osechi.
Baca juga: Satelit Kayu Pertama di Dunia Akan Diluncurkan di Jepang Pada 2023 Mendatang, Intip Keunikannya
Setiap makanan mengandung keberuntungan

Baca juga: Resep Beef Teriyaki ala Restoran Jepang dengan Bahan Sederhana, Cocok Buat Sajian Malam Tahun Baru
Setiap daerah di Jepang telah mengadopsi hidangan uniknya sendiri untuk osechi, meskipun semuanya memiliki kesamaan.
Menu Osechi terdiri dari makanan panggang, hidangan yang direbus, sayuran yang diberi cuka, dan hidangan pesta.
Hidangan osechi di antanya kacang hitam ( kuro-mame ), telur ikan haring asin ( kazunoko), ikan air tawar bakar ( tai ), gulungan rumput laut ( konbu-maki ), udang, dan masih banyak lagi.
Masing-masing memiliki makna keberuntungan.
Kacang hitam ( kuro-mame), misalnya, dianggap menguntungkan karena kata mame memiliki dua arti: "kacang" dan "ketekunan."
Orang Jepang memakan kacang hitam dengan harapan mendapatkan keberuntungan dalam bekerja.

Baca juga: Tolak Perayaan Natal Romantis, Sekelompok Pria di Jepang Heboh Gelar Demo
Demikian pula, warna kuning berkilauan dari pasta kastanye manis ( kuri-kinton ) mengingatkan kita pada emas atau uang, dan dianggap sebagai tanda keberuntungan.
Udang adalah pertanda baik lainnya: karena hewan ini memiliki punggung bulat, dipandang sebagai simbol hari tua yang bahagia.
Liburan Tahun Baru di Jepang berpusat pada keluarga besar.
Sebagian besar keluarga mulai memasak hidangan osechi beberapa hari sebelum Malam Tahun Baru dan memasukkan semuanya ke dalam kotak makanan berpernis bulat atau persegi.
Anggota keluarga dan kerabat berkumpul untuk merayakan awal tahun dan bersantap masakan osechi selama periode liburan dari 1 hingga 3 Januari.
Baca juga: Resep Yakitori, Sate Ayam ala Jepang yang Enak untuk Sajian Malam Tahun Baru 2022
Ambar Purwaningrum/TribunTravel