Breaking News:

Dua Kata Ini Bisa Membuatmu Dikeluarkan Paksa dari Pesawat hingga Bayar Denda Belasan Juta

Seorang senior ahli di penerbangan murah Scoot mengungkapkan dua kata yang harus dihindari jika tak ingin dikeluarkan dari pesawat.

Unsplash.com/@by_syeoni
Ilustrasi Kabin Pesawat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Melakukan perjalanan udara yang nyaman dan aman menjadi dambaan sebagai besar penumpang dan kru kabin yang bertugas.

Oleh karena itu, penumpang dan kru kabin diharuskan untuk mematuhi aturan yang ada agar penerbangan berjalan dengan lancar.

Baru-baru ini seorang senior ahli spesialis operasi produksi di penerbangan murah Scoot mengungkapkan ada dua kata yang harus dihindari diucapkan ke pramugari jika tak ingin dikeluarkan paksa dari pesawat.

Baca juga: Penumpang Wanita Dihukum 20 Tahun Penjara Setelah Lakukan Kekerasan pada Pramugari

Willis Orlando bahkan meminta penumpang untuk tidak mengucapkannya meski hanya lelucon.

Dua kata tersebut menurutnya berkaitan dengan keselamatan penumpang dan kru kabin di pesawat.

Ilustrasi - Pramugari yang sedang bertugas di kabin pesawat.
Ilustrasi - Pramugari yang sedang bertugas di kabin pesawat. (Flickr.com/ Paul Stocker)

Dilansir dari Mirror.co.uk, Minggu (21/11/2021), Orlando menyebutkan bahwa dua kata yang dimaksud adalah 'Saya Mabuk'.

Penumpang jangan sesekali mengucapkan kata-kata tersebut ke pramugari meski hanya bersifat lelucon.

Dia mengatakan kepada Yahoo, "Tentu saja banyak dari kita menjadi sangat ramah dengan pramugari dan kami ingin berteman dengan mereka dan membuat lelucon semacan ini. Dan mungkin penumpang membuat lelucon tentang mabuk."

Baca juga: Kisah Gereja Kuno Terbengkalai yang Kembali Ramai Dikunjungi Gara-gara Patung Hantu

Baca juga: Para Ahli Ungkap Memasang Pohon Natal Lebih Awal Bisa Bikin Bahagia, Kok Bisa?

Ilustrasi minum-minuman bersama teman-teman
Ilustrasi minum-minuman bersama teman-teman (pexels.com)

Orlando mengatakan pramugari memiliki hak untuk mengeluarkan penumpang dari pesawat jika mereka mabuk.

"Mereka harus membuat keputusan apakah anda aman untuk tetap di pesawat. Ada juga hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk menghukum anda," ujarnya.

Ia melanjutkan, "Mereka bisa menempatkan anda pada daftar penumpang bermasalah dan ini semua bisa menjadi kesalahpahaman jika anda membuat lelucon sederhana."

Baik dilakukan dengan sengaja atau tidak, mabuk di dalam pesawat merupakan tindak pidana dan dianggap sebagai salah satu penyebab utama pengalihan pesawat.

Tindakan mabuk di pesawat bisa mendapatkan denda maksimum 5 ribu pound Britania atau sekira Rp 95,9 juta dan dua tahun penjara.

Hukuman penjara karena membahayakan keselamatan pesawat terbang bisa dikenakan sampai lima tahun, menurut Otoritas Penerbangan Sipil.

Penumpang yang mengganggu juga diminta untuk menganti biaya pengalihan maskapai berkisar 10 ribu-80 ribu pound Britania atau sekira Rp 191,8 juta hingga Rp 1,5 miliar tergantung pada ukuran pesawat dan ke mana dialihkannya

Tonton juga:

Baca juga: 5 Vila Murah di Bali untuk Staycation, Lokasi Dekat Pusat Kota Denpasar

Baca juga: Sajian Sate Monster di Jogja, Ukuran Super Besar dengan Harga Serba Rp 20 Ribu

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Baca selengkapnya seputar viral di medsos, di sini.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved