Breaking News:

Curhatan Penumpang: Dilarang Terbang Sebelum Berikan Pengembalian Dana Covid-19

Penumpang pesawat mengeluh lantaran dilarang terbang sebelum memberikan pengembalian dana Covid-19 pada maskapai.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Nurul Intaniar
Pixabay/RyanMcGuire
Ilustrasi penumpang pesawat duduk di kabin 

TRIBUNTRAVEL.COM - Belum lama ini banyak penumpang yang mengeluhkan aturan rumit maskapai penerbangan.

Penumpang pesawat dikabarkan tak boleh terbang sebelum memberikan pengembalian dana Covid-19 pada pihak maskapai.

Diwartakan Express, Selasa (12/10/2021), maskapai penerbangan Ryanair melarang penumpang untuk terbang bagi mereka yang menerima 'pengembalian dana Covid-19".

Para penumpang hanya boleh terbang apabila pengembalian dana Covid-19 dikembalikan.

Baca juga: Tombol yang Tak Boleh Ditekan saat Pesawat Lepas Landas, Penumpang Harus Tahu

Beberapa kasus ini turut diungkapkan oleh MoneySavingExpert (MSE).

Ilustrai pesawat Ryanair
Ilustrai pesawat Ryanair (Instagram/ ryanair)

Beberapa penumpang Ryanair yang memesan penerbangan tahun ini diberitahu oleh maskapai bahwa mereka hanya bisa terbang jika mereka mengembalikan pengembalian dana tersebut.

MSE berbicara dengan tiga turis yang diberitahu bahwa mereka tidak bisa terbang lagi sampai mereka mengembalikan uangnya.

Padahal jumlah pengembalian dana Covid-19 terbilang cukup banyak.

Jumlah yang dikembalikan sekira 400-630 Pound Britania atau setara Rp 7,7 juta - Rp 12,1 juta.

Penumpang yang terkena dampak dilaporkan menerima pengembalian uang mereka dari perusahaan kartu kredit melalui proses 'chargeback', setelah Ryanair pertama kali menolak untuk mengembalikan uang tersebut.

Wisatawan yang terkena dampak awalnya memesan penerbangan Ryanair untuk musim panas 2020.

Penerbangan tidak dibatalkan tetapi mereka memilih untuk tidak melakukan perjalanan karena Pemerintah menyarankan mereka untuk tidak mengunjungi tujuan tersebut.

Setelah meminta pengembalian dana kepada Ryanair dan maskapai menolak melakukan pembayaran, mereka beralih ke bank tempat mereka dapat mengklaim uang tunai dari pengecer jika layanan yang dibayarkan tidak diterima.

Baca juga: Hendak Lepas Landas, Sebuah Pesawat Dievakuasi Setelah Ada Tas Penumpang Terbakar

Ilustrasi penumpang pesawat
Ilustrasi penumpang pesawat (pexels/Skitterphoto)

Beberapa bulan setelah itu, para penumpang memesan tiket liburan untuk musim panas 2021 tanpa ada masalah.

Akan tetapi saat mereka mencoba untuk check-in, Ryanair ingin menagih kembali uang yang dikembalikan.

"Bepergian dengan pembatasan Covid-19 membuat stres tetapi permintaan pembayaran yang sama sekali tidak terduga ini membawa tekanan ke tingkat yang baru. Ryanair mengambil pemesanan baru untuk penerbangan dan mengejutkan saya ketika saya mencoba untuk check-in online tiga hari sebelum bepergian untuk menemukan permintaan ini," jelas seorang penumpang yang tak disebutkan identitasnya.

Ryanair memang menawarkan untuk mengembalikan uang penerbangan tahun ini jika tiga pelanggan tidak membayar/ tolak bayar tetapi beberapa telah menghabiskan ratusan untuk akomodasi.

Maskapai berbiaya rendah ini menjelaskan dalam T&C-nya bahwa jika penerbangan dilanjutkan, uang itu tidak dapat dikembalikan.

Ia juga mengatakan bahwa operator dapat menolak pelanggan yang telah "mengisi ulang tagihan terhadap kami" untuk penerbangan sebelumnya.

Pengacara MSE mengklaim maskapai menolak penumpang naik pesawat setelah klaim tolak bayar mereka berhasil dilakukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved