Breaking News:

Penjara di Pulau Sark Ini Cuma Punya Dua Sel, Narapidananya Turis yang Mabuk

Keunikan Sark terletak pada keberadaan penjara terkecil di dunia yang masih digunakan hingga sekarang.

Hannes 2, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons
Penjara Sark, penjara terkecil di dunia 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi kamu yang berniat liburan ke Kepulauan Channel, jangan lewatkan untuk mampir ke Pulau Sark.

Pulau Sark merupakan pulau kecil di Kepulauan Channel, dan terletak sekira 7 mil di sebelah timur Guernsey dan sekira 25 mil di barat Semenanjung Cherbourg Prancis.

Tidak ada mobil diizinkan di pulau itu tetapi cukup mudah untuk berjalan kaki.

Berukuran panjang tiga mil dan lebar satu mil dengan populasi sekira 500 penduduk ,Sark sebagai satu pulau terkecil dari Kepulauan Channel yang dihuni.

Meskipun ukurannya kecil, Sark memiliki sejarah panjang dan penuh warna.

Baca juga: Kota di Kanada Ini Punya Penjara yang Kurung Beruang Kutub Selama 30 Hari

Penjara Sark, di Pulau Sark
Penjara Sark, di Pulau Sark (LymeRegis di Wikipedia bahasa Inggris, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Baca juga: Sempat Jadi Penjara Paling Menakutkan di Jepang, Simak Fakta Unik Abashiri Prison Museum

Dilansir TribunTravel dari laman atlasobscura.com, Sark pertama kali muncul dalam sejarah tertulis pada 1040, ketika William dari Normandia memberikannya sebagai hadiah ke Biara Mont-Saint-Michel.

Sark dijajah oleh Prancis pada 1549, tetapi segera diambil kembali oleh Inggris.

Keunikan Sark terletak pada keberadaan penjara terkecil di dunia yang masih digunakan hingga sekarang.

Dibangun pada 1856, penjara kecil ini memiliki dua sel yang berdampingan, satu berukuran 6 kaki x 6 kaki dan yang lainnya 6 kaki x 8 kaki.

Di depan sel adalah koridor sempit yang membentang sepanjang bangunan.

Baca juga: Nasi Penjara Dijual Rp 3 Ribu Seporsi, Pedagang: Untung Sedikit tapi Barokah Naik Haji 2 Kali

Pemandangan dari depan Penjara Sark
Pemandangan dari depan Penjara Sark (Jan Hazevoet, CC OLEH 3.0, via Wikimedia Commons)

Baca juga: Kesal Tak Bisa Bergabung dengan 2 Temannya, Pria Ini Bakar Handuk Hotel dan Dihukum 3 Bulan Penjara

Tidak ada jendela di penjara ini.

Satu penghuni paling awal yang diketahui adalah seorang gadis pelayan muda yang dipenjara karena mencuri saputangan dari majikannya.

Dia dipenjara selama tiga hari.

Dia sangat takut dikurung di sel gelap sehingga penduduk setempat memutuskan untuk membiarkannya meletakkan kursinya di pintu terbuka penjara, di mana wanita-wanita lokal duduk bersamanya, merajut dan berbicara, sampai waktunya tiba.

Saat ini, kejahatan terhadap Sark memang jarang terjadi.

Pulau ini memiliki dua polisi yang menyandang gelar Constable dan Vingtenier (asisten Constable).

Baca juga: Menguak Jejak Singer Castle, Istana yang Penuh dengan Jalan Rahasia dan Penjara Bawah Tanah

Kejahatan serius terakhir terjadi pada 1990, ketika seorang ahli fisika nuklir Prancis bernama André Gardes meluncurkan invasi ke pulau itu, mengklaim sebagai Seigneur (atau Tuhan) Sark yang sah.

Dia mendayung menyeberang ke pulau yang dipersenjatai dengan senjata semi-otomatis dan memasang dua poster menjelaskan niatnya.

Hari berikutnya ia meluncurkan fase kedua rencananya, tetapi segera ditangkap oleh polisi.

Sejak invasi Gardes, Polisi dan Vingtenier jarang berurusan dengan kasus kriminal.

Mereka biasanya hanya berurusan dengan turis yang mabuk.

Mereka yang ketahuan mabuk akan dihukum untuk menghabiskan malam di satu dari dua sel perjara sampai mereka sadar.

Ambar Purwaningrum/TribunTravel

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved