Breaking News:

Tradisi Pemakaman Paling Unik di Berbagai Negara, Ada yang Buat Abu Kremasi jadi Perhiasan

Mulai dari China, Tibet, Korea Selatan hingga Meksikom semua memiliki tradisi unik dalam pemakaman.

burialplanning.com
ILUSTRASI pemakaman 

TRIBUNTRAVEL.COM - Setiap negara memiliki tradisi berbeda dalam memberikan penghormatan terakhir bagi orang tercinta yang telah meninggal dunia.

Mulai dari China, Tibet, Korea Selatan hingga Meksikom semua memiliki tradisi unik dalam pemakaman.

Dikutip TribunTravel dari laman UNILAD, berikut sederet pemakaman unik di berbagai negara secara tradisi dan prosesinya.

Di Inggris, pemakaman biasanya dilangsungkan dengan upacara penguburan yang mengundang beberapa orang untuk berkumpul untuk orang yang sudah meninggal.

Tradisi vigil di Meksiko
Tradisi vigil di Meksiko ()

Sementara di Meksiko, keluarga yang ditinggalkan biasanya mengadakan vigil, tradisi yang berlangsung selama dua hari.

Dalam vigil, para kerabat akan datang untuk makan dan minum sambil membawa hadiah untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan.

Sementara tradisi di negara Asia Timur seperti Jepang, China dan Korea, biasanya memilih mengkremasi anggota keluarga yang telah meninggal.

Abu kremasi akan ditabur di laut atau disimpan dalam guci.

Baca juga: Uniknya Sajian Bakso Plecing di Bali yang Dilengkapi Bumbu Plecing, Sehari Ludes 100 Porsi

Baca juga: Maskapai Ini Kenalkan Cara Unik Agar Penumpang Bisa Menghindari Duduk Dekat Anak-anak di Pesawat

flickr
flickr (abu kremasi dibuat menjadi kalung)

Sementara di Korea Selatan, ada tradisi abu kremasi dijadikan manik-manik untuk dipakai sebagai kalung.

Di Tibet, prosesi pemakaman dianggap sebagai mengembalikan orang ke langit.

Di mana orang yang sudah meninggal akan diletakkan di puncak gunung dan dibiarkan membusuk.

Tradisi ini dilakukan untuk mengembalikan jasad kepada alam atau untuk dimakan oleh binatang.

Sementara di Skandinavia, berdasarkan tradisi Nordik, orang dimakamkan di perahu, tapi tidak ditaruh di atas air.

Menurut jurnal University of Southampton, selama zaman prasejarah dan abad pertengahan di Skandinavia, perahu merupakan objek penting dan sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah sebabnya perahu dianggap sebagai simbol dalam budaya spiritual masyarakat Nordik.

Baca juga: Soto Jakarta di Kebayoran Baru yang Unik dan Langka, Disajikan Pakai Kuah Kacang

Baca juga: Punya Nama Unik, Pantai Kutang Lamongan Jadi Tempat Favorit untuk Liburan Akhir Pekan

Baca juga: 27 Fakta Unik Kamerun, Negara di Benua Afrika yang Dijuluki Tempat Terbasah di Bumi

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Mengenal Uniknya Cukli, Kerajinan Tangan Asli Lombok yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh

(TribunTravel.com/tyas)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved