Breaking News:

Uniknya Sajian Bakso Plecing di Bali yang Dilengkapi Bumbu Plecing, Sehari Ludes 100 Porsi

Namun di Bali, ada plecing yang disajikan dengan bakso yang dinamakan bakso plecing. Plecing biasanya disajikan dengan sayuran.

Editor: Sinta Agustina
Tribun Bali/Rizal Fanany
Made Adi Jaya Admaja menunjukkan bakso plecing di warung miliknya kawasan Tukad Pancoran, Denpasar, Bali, Jumat (27/8/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Plecing biasanya dikonsumsi dengan sayuran seperti kecambah atau kacang panjang.

Namun di Bali, ada plecing yang disajikan dengan bakso yang dinamakan bakso plecing.

Bakso plecing dijajakan oleh Bakso Jinggo yang berlokasi di Jalan Tukad Pancoran, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Bakso Jinggo dikelola oleh Made Adi Jaya Atmaja (40) yang baru dikelolanya.

Made sebelumnya menekuni usaha garmen dan kini Ia mencoba peruntungan baru dengan membuka usaha kuliner.

Baca juga: Taman Dedari, Tempat Wisata Ikonik di Bali dengan Puluhan Patung Bidadari yang Megah

Ketika ditemui, Adi mengatakan alasannya memberi nama usaha kulinernya Bakso Jinggo. 

Bakso plecing
Bakso plecing (Instagram/baksojinggo)

"Itu kebetulan namanya Bakso Jinggo karena kita menjual bakso dan nasi jinggo. Untuk bakso plecing sendiri berisikan lontong, tahu, pangsit, pentol, dan bumbu plecing. Bumbu plecing itu buat sendiri," katanya pada, Jumat 27 Agustus 2021. 

Alasannya memilih bakso dikarenakan bakso merupakan makanan universal yang siapa saja dapat menyantapnya.

Baca juga: Pemilik Ayam Bakar Lumpur Lapindo Ungkap Alasan di Balik Penamaan Warungnya

Selain itu dikarenakan warung Bakso Jinggo ini mulai buka ditanggal 10 Agustus 2020 lalu, Adi menerapkan sistem promo setiap tanggal 10, yakni bagi pengunjung yang membeli nasi Jinggo atau bakso akan mendapatkan gratis minuman. 

"Memilih bakso karena makanan universal atau sejuta umat jadi punya ide untuk buka bakso dan nasi jinggo. Bakso plecing awalnya coba sendiri akhirnya dicoba kok cocok bumbunya jadi dimasukkan ke menu. Kita buka warung ini mulai 10 Oktober 2020 lalu. Kita setiap tanggal 10 ada promo setiap makan nasi Jinggo dan bakso gratis minum," tambahnya. 

Adapun menu best seller pada Bakso Jinggo, yakni bakso iga gajah (iga sapi besar) dan bakso lontong plecing.

Selain itu, ada beberapa varian bakso yang lain seperti bakso kotak keju, bakso iga, bakso ayam atau sapi, bakso urat dan bakso balung.

Made Adi Jaya Admaja menunjukkan bakso plecing di warung miliknya kawasan Tukad Pancoran, Denpasar, Bali, Jumat (27/8/2021).
Made Adi Jaya Admaja menunjukkan bakso plecing di warung miliknya kawasan Tukad Pancoran, Denpasar, Bali, Jumat (27/8/2021). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Baca juga: Gado-gado Mas Jo dan 5 Gado-gado Enak di Denpasar Bali untuk Menu Makan Siang

Sementara untuk nasi Jinggo juga terdapat lima varian, yakni sapi blackpaper, sapi biasa, ayam biasa, ayam blackpaper, dan pindang.

Untuk harga nasi jinggo hanya dibanderol dengan harga Rp 5 ribu, sementara untuk bakso mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu.

Untuk bakso plecing sendiri dibanderol dengan harga Rp 15 ribu.

Dan dalam sehari ia bisa menjual hingga 100 mangkuk bakso dan 200 bungkus nasi jinggo. 

"Kalau bakso dalam sehari laku 80 sampai 100 mangkuk bakso," ungkap Made.

Untuk omzetnya dalam sehari ia bisa mendapatkan keuntungan kotor sebesar Rp 2,5 Juta.

Baca juga: Rekomendasi 7 Tempat Sarapan Enak di Bali Harga Terjangkau dan Porsinya Mantap

Baca juga: Harga Tiket Masuk Tanah Lot, Pura Indah yang Jadi Ikon Wisata di Bali

Dan itu semua keuntungan kotor dari penjualan bakso, nasi jinggo, dan minum. 

"Bisa dibilang tetap untung beralih usaha dari garmen ke kuliner karena di musim pandemi ada kegiatan dan bisa lebih belajar diusaha kuliner," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunbalitravel.com dengan judul Lezatnya Menu Bakso Plecing, Per Harinya Bisa Laku Hingga 100 Mangkuk.

Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved