Breaking News:

Bertahan Ratusan Tahun Terisolasi di Gurun Sahara, Tenere Tumbang Ditabrak Truk

Berada di Gurun Sahara, pohon jenis akasia ini pernah menjadi bagian dari hutan yang lebat dan berpenduduk.

Michel Mazeau, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons
Arbre du Ténéré pada tahun 1961. Pohon itu dihancurkan pada tahun 1973 dan telah digantikan oleh sebuah monumen. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Gurun Sahara tidak hanya terkenal dengan gurun pasirnya yang tandus.

Di masa lalu, Gurun Saraha dikenal dunia akan keberadaan L'Arbre du Ténéré.

L'Arbre du Ténéré yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Pohon Ténéré, adalah pohon paling terisolasi di Bumi.

Pohon Terene berjarak lebih dari 400 kilometer.

Berada di Gurun Sahara, pohon jenis akasia ini pernah menjadi bagian dari hutan yang lebat dan berpenduduk.

Baca juga: Fakta Unik Welwitschia, Tanaman Terkuat yang Mampu Hidup Ribuan Tahun di Gurun Tertua di Dunia

Arbre du Ténéré pada tahun 1961. Pohon itu dihancurkan pada tahun 1973 dan telah digantikan oleh sebuah monumen.
Arbre du Ténéré pada tahun 1961. Pohon itu dihancurkan pada tahun 1973 dan telah digantikan oleh sebuah monumen. (Michel Mazeau, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)

Baca juga: Jelajah Mapimi Silent Zone, Gurun Misterius yang Dijuluki Segitiga Bermuda Meksiko

Sayang karena perubahan alam dan ulah manusia, pohon-pohon mulai menghilang.

Tersisa hanya satu pohon yang bertahan hingga ratusan tahun.

Dilansir dari laman treehugger.com, orang- orang Tuareg, suku nomaden di wilayah Ténéré, sejak lama menghargai pohon itu.

Sampai pada akhir 1930-an, pohon ini juga menarik perhatian orang luar.

Para pegiat militer Eropa mengagumi akasia kesepian di padang pasir ini, menyebutnya sebagai L'Arbre du Ténéré (Pohon Tenere), dan dimasukkannyanya dalam peta-peta kartografer sebagai pohon yang paling terisolasi di bumi.

Komandan Pasukan Sekutu Prancis menggambarkan L'Arbre du Ténéré sebagai sesuatu yang benar-benar istimewa karena kemampuannya bertahan hidup di padang pasir yang gersang.

Pada 1939, sebuah sumur digali di dekat pohon, menawarkan petunjuk bagaimana pohon itu berhasil bertahan di padang pasir.

Baca juga: 4 Gurun Paling Berbahaya di Dunia, Iklimnya Ada yang Mirip dengan Mars

Monumen Tenere
Monumen Tenere (Amaouibrahim2, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Baca juga: Intip 5 Potret Liburan Raline Shah di Dubai, Bermalam di Dekat Gurun Pasir hingga Beri Makan Satwa

Pohon itu, tingginya hanya sekitar 10 kaki namun memiliki akar yang membentang lebih dari 100 kaki ke permukaan air.

Diperkirakan telah hidup sekitar 300 tahun, satu - satunya yang selamat dari hutan kuno yang ada ketika wilayah itu masih hijau.

Sayang nasib pohon ini tak bertahan lama.

Menurut sebuah laporan, pada 1973 seorang sopir truk menabrak pohon itu, mematahkan batangnya.

Dalam sekejap, satu tindakan kecerobohan itu menghancurkan pohon yang sudah ada selama ratusan tahun.

Pengemudi, yang tetap tidak diketahui hingga hari ini, diduga mabuk pada saat kecelakaan.

Tidak lama kemudian, kerangka pohon dipindahkan ke Museum Nasional Niger dan ditempatkan di sebuah mausoleum.

Tempat di mana L'Arbre du Ténéré tumbuh didirikan patung logam sederhana, menandai tempat di mana pohon yang benar-benar luar biasa itu telah begitu lama berdiri.

Baca juga: Fakta Mapimi Silent Zone, Gurun Misterius yang Dijuluki Segitiga Bermuda Meksiko

Ambar Purwaningrum/TribunTravel

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved