Breaking News:

Jangan Sembarangan Pakai Tabir Surya saat Liburan ke Pantai Thailand, Bisa Kena Denda

Sekarang, Thailand telah menjadi negara terbaru yang melarang penggunaan tabir surya yang mengancam karang.

Sammy-Williams /Pixabay
Pengunjung pria yang menggunakan sunscreen 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tabir surya sangat penting dalam melindungi kulit dari sinar UV, tetapi tidak semuanya bagus untuk karang dan ekosistem laut.

Studi penelitian telah menemukan bahwa beberapa zat pelindung UV seperti Oxybenzone dan Octinoxate dapat mengancam siklus hidup terumbu karang.

Semakin banyak turis, semakin banyak zat berbahaya yang bisa dibawa ke perairan.

Diyakini bahwa sekitar 14.000 ton tabir surya menyinari perairan di Hawaii dan Karibia saja.

Baca juga: Jangan Sembarangan Beli! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Membeli Tabir Surya, Hindari SPF Terlalu Tinggi

Ilustrasi turis yang menggunakan tabir surya sebelum liburan ke pantai
Ilustrasi turis yang menggunakan tabir surya sebelum liburan ke pantai (Gambar oleh AdoreBeautyNZ dari Pixabay)

Baca juga: 6 Tempat Wisata yang Larang Wisatawan Gunakan Tabir Surya

Dalam upaya untuk melindungi dan menghidupkan kembali ekosistem laut mereka, beberapa negara pesisir telah memutuskan untuk melarang tabir surya yang merusak terumbu karang.

Dilansir TribunTravel dari laman timeout, Palau, negara kepulauan di Pasifik Barat, menjadi negara pertama di dunia yang meloloskan undang-undang tabir surya, yang berlaku sejak Januari 2020.

Menurut Conde Nast Travelers , wilayah lain yang melarang tabir surya berbahaya bagi terumbu karang adalah Hawaii, Florida, Kepulauan Virgin AS, Aruba, beberapa kawasan di Meksiko, dan Bonaire.

Sekarang, Thailand telah menjadi negara terbaru yang melarang penggunaan tabir surya yang mengancam karang.

The Royal Gazette, merilis sebuah dokumen yang merinci larangan penggunaan tabir surya yang mengandung jenis bahan kimia tertentu yang merusak terumbu karang di salah satu taman laut nasional Thailand.

Dokumen tersebut menyebutkan tingginya jumlah wisatawan yang mengunjungi taman laut.

Di mana mereka mengenakan tabir surya yang memiliki bahan kimia perusak keaktifan terumbu karang.

Baca juga: Selamatkan Terumbu Karang, Republik Palau Larang Penggunaan Tabir Surya pada 2020

Terumbu karang yang terlihat dari dasar laut
Terumbu karang yang terlihat dari dasar laut (Kanenori /Pixabay)

Baca juga: SPF Tinggi Pada Tabir Surya Bukan Patokan Perlindungan Lebih Baik

Larangan tersebut diterapkan pada produk tabir surya yang mengandung bahan kimia berikut:

-Oksibenzon (Benzofenon-3, BP-3)

-Oktinoksat (Etilheksil metoksisinamat)

-4-Methylbenzylid Camphor (4MBC)

-Butilparaben

Membawa dan/atau menggunakan produk tabir surya yang mengandung bahan kimia di atas dapat dikenakan biaya hingga 100.000 baht setara Rp 43,1 juta.

Aturan tersebut akan segera diberlakukan.

Baca juga: Kenapa Kulit Masih Terbakar Ketika Sudah Pakai Tabir Surya?

Ambar Purwaningrum/TribunTravel

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved