Breaking News:

Bukan Patung Dewa atau Dewi, Kuil di India Ini Justru Berisi Peta Raksasa

Alih-alih menyembah dewa atau dewi, kuil ini memiliki peta topografi besar benua India yang diukir di marmer. 

Ramon dari Llanera, Espaa, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons
Bharat Mata Mandir (harfiah, Kuil Ibu India) terletak di kampus Mahatma Gandhi Kashi Vidyapith Varanasi, India 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kota kuno Varanasi, di India tengah, menarik peziarah dari seluruh dunia setiap tahunnya. 

Satu pusat keagamaan terpenting dan tersuci di antara semua kota Hindu, Varanasi memiliki banyak situs suci mulai dari kuil hingga benteng hingga tepi sungai, tetapi satu yang sering diabaikan adalah kuil yang didedikasikan untuk negara itu sendiri.

Bharat Mata Mandir (harfiah, Kuil Ibu India) yang terletak di kampus Mahatma Gandhi Kashi Vidyapith Varanasi, dibangun oleh pendiri universitas dan pejuang kemerdekaan Babu Shiv Prasad Gupta. 

Alih-alih menyembah dewa atau dewi, kuil ini memiliki peta topografi besar benua India yang diukir di marmer.

Baca juga: Fakta Unik Varanasi India, Kota Tertua di Dunia yang Masih Dihuni Manusia

Bharat Mata Mandir di India
Bharat Mata Mandir di India (Flickr/juggadery)

Baca juga: 6 Aktivitas Unik dan Menarik di Little India Singapura, Bisa Dicoba saat Pandemi Berakhir

Peta adalah dewa di kui inil.

Dilansir TribunTravel dari laman amusingplanet, pembangunan Bharat Mata Mandir dimulai pada 1918 dan selesai pada 1924. 

Kuil ini diresmikan pada 1936 oleh Mahatma Gandhi. 

Penyair Hindi abad ke-20 Maithili Sharan Gupt, akrab dipanggil Rashtra Kavi (penyair nasional) menyusun sebuah puisi tentang peresmian kuil yang juga dipasang di papan di dalam gedung.

Peta relief besar dari benua India yang tidak terbagi terletak rata di lantai kuil. 

Baca juga: 19 Fakta Unik Sri Lanka, Negara Kecil di Pesisir Tenggara India

Peta tersebut menggambarkan gunung, dataran, dan lautan dalam skala vertikal yang dilebih-lebihkan. 

Bahkan menunjukkan landas kontinen dan berbagai pulau di negara itu. 

Setiap tahun pada Hari Republik India dan perayaan Hari Kemerdekaan, lautan di sekitar daratan dipenuhi dengan air dan area daratan dihiasi dengan bunga.

Selain India modern, peta tersebut juga menunjukkan Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, Myanmar dan Sri Lanka, berdasarkan konsep nasionalistik “Akhand Bharat” (India yang tidak terbagi), yang menyatakan bahwa semua negara yang disebutkan di atas adalah satu bangsa. 

Istilah ini berakar selama perjuangan kemerdekaan India sebagai tanggapan terhadap kebijakan "memecah belah dan memerintah" Inggris yang berusaha mematahkan solidaritas di antara berbagai faksi dan agama di India untuk melemahkan gerakan mereka.

Gagasan itu dikemukakan oleh aktivis dan politisi Kanaiyalal Maneklal Munshi dan didukung oleh Mahatma Gandhi.

Baca juga: Viral Video Kelelawar Terbang di Kabin hingga Sebabkan Pesawat Air India Putar Balik

Selama sesi tahunan Hindu Mahasabah 1937, aktivis India Vinayak Damodar Savarkar menyatakan bahwa India “harus tetap satu dan tak terpisahkan dari Kashmir hingga Rameswaram, dari Sindh hingga Assam.” Dia berkata:

Semua warga negara yang berutang kesetiaan dan kesetiaan yang tidak terbagi kepada bangsa India dan negara bagian India akan diperlakukan dengan kesetaraan yang sempurna dan harus berbagi tugas dan kewajiban yang sama, terlepas dari kasta, keyakinan atau agama, dan perwakilan juga harus berdasarkan satu orang satu suara atau sebanding dengan jumlah penduduk dalam hal pemilih dan pelayanan publik yang terpisah akan berjalan berdasarkan prestasi saja.

Bahkan hari ini, lebih dari tujuh puluh tahun setelah pemisahan India dan setelah banyak perang dengan Pakistan, banyak nasionalis Hindu masih memimpikan reunifikasi India yang agung.

Baca juga: Kelelawar Tiba-tiba Muncul di Kabin, Pesawat Air India Terpaksa Putar Balik

Ambar Purwaningrum/TribunTravel

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved