Breaking News:

Wanita Ini Klaim Bayi dalam Kandungannya Meninggal Karena Ketatnya Aturan Karantina di London

Seorang ibu yang patah hati mengklaim bayi perempuannya meninggal setelah staf di sebuah hotel karantina London menolak membawanya ke rumah sakit.

Photo by Eduard Militaru on Unsplash
Ilustrasi ruangan karantina 

TRIBUNTRAVEL- Seorang ibu yang patah hati mengklaim bayi perempuannya meninggal setelah staf di sebuah hotel karantina London menolak membawanya ke rumah sakit.

Amna Bibi, 31, sedang hamil 34 minggu ketika dia tiba di hotel O2 Intercontinental London di Greenwich, London, Inggris.

Dia terbang ke Inggris dari Pakistan bersama suaminya dan anggota keluarga lainnya pada 10 Juni, yang berarti mereka harus dikarantina di fasilitas hotel khusus selama 10 hari, menurut aturan daftar merah Pemerintah Inggris.

Wanita hamil disarankan untuk tidak bepergian setelah 36 minggu kehamilan, tetapi beberapa maskapai penerbangan memerlukan surat dari dokter umum setelah minggu ke-28 untuk mengonfirmasi tanggal kelahiran dan bahwa wanita tersebut tidak berisiko mengalami komplikasi.

Bibi, dari Bradford, mengatakan dia menderita pembengkakan, rasa sakit dan sesak napas selama tinggal di hotel, bolak-balik ke rumah sakit untuk pemeriksaan.

Baca juga: 5 Hotel Karantina Dekat Bandara Soekarno-Hatta, Cek Lokasi dan Tarif Menginapnya

Wanita yang jalani karantina di hotel
Wanita yang jalani karantina di hotel (zheng shi /Pixabay)

Baca juga: Korea Selatan Akan Bebaskan Karantina Bagi Wisawatan yang Sudah Divaksin Covid-19

Dilansir TribunTravel dari laman dailymail, tidak diketahui mengapa dia mengambil keputusan berisiko untuk terbang ke Inggris saat hamil besar.

Tetapi paramedis, yang dipekerjakan oleh Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial (DHSC), menghentikannya untuk mengunjungi rumah sakit untuk pemindaian ultrasound yang vital.

Dia mengatakan kepada YorkshireLive dia kehilangan bayinya pada hari Jumat, 18 Juni, dan menghabiskan empat hari dalam perawatan intensi.

Bibi telah meminta Pemerintah untuk mengklarifikasi aturan karantina untuk memungkinkan orang mengakses rumah sakit bila diperlukan.

Dia menambahkan: 'Saya ingin pedoman pemerintah untuk setiap pasien, tidak hanya wanita hamil. Saya tidak ingin ada wanita lain yang mengalami hal serupa dengan saya.'

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Rizky Tyas Febriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved