Breaking News:

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Seluruh Tempat Wisata Cagar Budaya di Mojokerto Tutup Sementara

Penutupan seluruh wisata cagar budaya di Kabupaten Mojokerto guna mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Ilustrasi Solo Traveling 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ingin liburan ke Mojokerto Jawa Timur?

Sebaiknya perhatikan lagi waktu kunjunganmu di Mojokerto Jawa Timur.

Sebab semua tempat wisata cagar budaya di Mojokerto akan tutup sementara.

Seluruh wisata cagar budaya di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ditutup sementara mulai 21 Juni hingga 2 Juli 2021 mendatang.

Penutupan seluruh wisata cagar budaya di Kabupaten Mojokerto guna mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Baca juga: Nasi Pecel Mbak Toety dan 4 Kuliner Malam di Mojokerto yang Terkenal Enak dan Paling Laris

Museum Trowulan Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/8/2020).
Museum Trowulan Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/8/2020). (Instagram.com/@widya_kristianti79)

Baca juga: 7 Tempat Kuliner Malam di Mojokerto, Depot Anda Sajikan Sop Buntut Lezat dan Menggoyang Lidah

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo menjelaskan, penutupan wisata cagar budaya menyusul adanya surat edaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Amat menyebut, penutupan sementara hanya diterapkan di wisata cagar budaya. Sedangkan wisata yang dikelola pemerintah daerah tetap beroperasi sesuai Protokol Kesehatan secara ketat.

Baca juga: Tarif Mulai Rp 134 Ribuan, Ini 5 Hotel di Mojokerto untuk Staycation saat Libur Lebaran 2021

Adapun objek wisata unggulan yang dikelola oleh pemerintah daerah tetap beroperasi yaitu, Wana wisata Padusan Pacet, Kolam atau pemandian air panas, Air Terjun Dlundung, Makam Religius Troloyo, Eko Wisata Desa Tanjungan, Ubalan Coban Canggu.

"Destinasi Pacet, Ubalan, Trawas tetap buka sehingga hanya wisata cagar budaya yang ditutup sementara untuk umum guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Virus Corona," jelasnya.

Dia berharap, penutupan wisata cagar budaya ini dapat segera berakhir, sehingga dapat menjadi tempat rekreasi masyarakat sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait potensi penutupan sementara wisata cagar budaya akan berakhir atau diperpanjang.

"Tentunya itu kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi nanti akan ada evaluasi terkait hal itu namun kami berharap agar wisata cagar budaya dapat segera dibuka," ucap Amat.

Sejumlah wisatawan banyak yang kecele ketika berkunjung di wisata cagar budaya seperti di Candi Brahu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Seorang wisatawan bernama Eni Maria (42) Warga Wates, Kota Mojokerto tidak mengetahui adanya penutupan sementara wisata cagar budaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

"Saya sama suami beserta anak rekreasi di Candi Brahu tapi tidak tahu kalau ditutup," terangnya.

Dia mendukung kebijakan pemerintah terkait penutupan sementara wisata cagar budaya namun paling tidak ada sosialisasi sehingga masyarakat tidak kecele ketika akan pergi berwisata.

"Iyaa tidak masalah ditutup mungkin demi kebaikan karena masih Pandemi," pungkasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Baca juga: Rekomendasi 5 Kuliner Malam di Mojokerto, Cobain Sup Buntut Dapur Anda yang Porsinya Mantap

Artikel ini telah tayang di TribunMadura.com dengan judul Seluruh Tempat Wisata Cagar Budaya di Mojokerto Ditutup hingga Awal Juni 2021, Ini Kata Disparpora

Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved