Breaking News:

Lukisan yang Dibeli Seharga Rp 57 Ribu di TPA Kanada Terjual Rp 1,2 Miliar

Lukisan yang dibeli seharga USD 4 setara RP 57 ribu di Tempat Pembuangan Akhir Kanada telah terjual USD 88 ribu setara Rp 1,2 miliar dalam lelang.

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Ilustrasi turis yang sedang menyaksikan lukisan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Lukisan yang dibeli seharga USD 4 setara RP 57 ribu di tempat pembuangan akhir Kanada telah terjual USD 88 ribu setara Rp 1,2 miliar dalam sebuah lelang.

Dilukis di atas kanvas berukuran 9,75 x 8 inci, potret abstrak berwarna merah, putih dan biru ini merupakan bagian dari rangkaian 47 karya Bowie yang dibuat antara 1995 dan 1997 yang diberi judul Dead Heads (atau D Head).

Penjual yang tidak mau disebutkan mengambilnya di pusat donasi Machar Mall di dekat tempat pembuangan sampah di Ontario, Kanada musim panas lalu.

Dia 'terkejut' ketika membaca label 'David Bowie' dan menyadari bahwa itu adalah tanda tangan artis yang tertulis di baliknya, kata Cowley Abbott dari juru lelang Toronto.

Sang pemilik lantas membawa karya itu kepada pihak lelang pada bulan November 2020.

Baca juga: Mawar Camp Bandungan Semarang, Tempat Wisata yang Cocok untuk Berkemah Akhir Pekan

Peserta lelang
Peserta lelang (klimkin /Pixabay )

Baca juga: Fakta di Balik Lukisan Senilai Rp 4,8 Miliar yang Ditemukan di Tempat Sampah Bandara

Dilansir TribunTravel dari laman dailymail, lukisan itu langsung di autentikasi oleh spesialis Bowie di Inggris.

Lukisan itu dilelang dalam lelang online yang ditutup pada hari Kamis, dengan Cowley Abott mengatakan lukisan itu 'dibanjiri' minat setelah kisah lukisan yang hilang menjadi berita utama di seluruh dunia.

Lukisan dimenangkan oleh pembeli swasta di Amerika Serikat dengan harga USD88.000 setara RP 1,2 miliar lebih dari sepuluh kali lipat dari perkiraan.

'Galeri kami dibanjiri dengan panggilan dan minat untuk lukisan Bowie sepanjang durasi Lelang Online Seni Internasional kami,' Rob Cowley, presiden Cowley Abbott, mengatakan kepada Blog TO .

'Ini adalah fenomena yang kami sebut Efek Hollywood, ketika ada nama terkenal yang dilampirkan, atau ketika ada serangkaian keadaan luar biasa seperti kelangkaan atau kisah menarik di balik karya seni.'

Bowie adalah seorang seniman dan kolektor seni yang mulai melukis pada 1976, minat yang ia perbarui pada 1990-an.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Perpustakaan Nasional RI Gelar Pameran Lukisan Bertema Suku Baduy

Dikenal karena gaya avant-gardenya, Bowie belajar seni dan desain sebagai seorang pemuda dan memiliki kecintaan pada seni rupa sepanjang hidupnya.

Karya seninya sangat dipengaruhi oleh tren seni modernis abad ke-20 dan lukisannya memiliki pengaruh gaya ekspresionis Jerman, Francis Bacon dan pelukis London School, Cowley Abbott Fine Art mengatakan dalam siaran pers .

Johnny Kershner, yang telah bekerja di Tempat Pembuangan Sampah Machar selama tiga tahun, mengatakan kepada northbaynipissing.com bahwa dia tidak percaya toko barang bekas itu memiliki karya seni yang langka.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved