Breaking News:

Staf Tak Sengaja Singgung Penumpang, Perusahaan Kereta London Langsung Minta Maaf di Twitter

Baru-baru ini sebuah penyedia layanan transportasi kereta api meminta maaf karena stafnya dianggap menyinggung penumpang.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Kurnia Yustiana
businesstravelnewseurope.com
Ilustrasi - The London North Eastern Railways. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Transportasi publik sudah seharusnya memberi kenyamanan dan rasa aman bagi penggunanya, tanpa memandang apa gender mereka.

Baru-baru ini sebuah penyedia layanan transportasi kereta api meminta maaf karena tindakan seorang stafnya saat menyapa penumpang.

Diketahui, staf kereta api tersebut memberi menyambut penumpang dengan ucapan, "Selamat siang tuan dan nyonya, laki-laki dan perempuan."

Baca juga: Viral di Medsos, Mahasiswa Mudik Kayuh Sepeda Selama 3 Hari, Cuma Bawa Uang Rp 100 Ribu

Menurut laporan The Sun yang dilansir dari news.com.au, Sabtu (15/5/2021), The London North Eastern Railways (LNER) mengeluarkan permintaan maaf setelah penumpang Laurance Coles mengeluhkan saapaan tersebut di media sosial.

Melalui akun Twitternya @laurencec123, Colws menuliskan, "Selamat siang tuan dan nyonya, laki-laki dan perempuan. Jadi sebagai orang non-biner pengumuman ini sebenarnya tidak berlaku untuk saya, jadi saya tidak akan mendengarkannya."

Balasan atas tweet Laurance Coles yang mengeluhkan sambutan staf kereta api yang mengucilkan dirinya.
Balasan atas tweet Laurance Coles yang mengeluhkan sambutan staf kereta api yang mengucilkan dirinya. (Twitter/@LNER)

Sementara teman Laurence, Charlotter Monroe (28) juga menghubungi perusahaan tersebut dan mengatakan, "Saya duduk dengan Laurence ketika tweet ini dikirim. Kami berdua non-biner dan kami sama-sama khawatir dan tidak nyaman."

Gender non biner ini merupakan identitas seseorang yang menganggap dirinya bukan laki-laki atau pun perempuan, tapi gender flluid atau bisa menjadi laki-laki maupun perempuan, atau tanpa gender tertentu.

Perusahaan LNER pun menganggapi keluhan tersebut dan mengatakan, "Saya sangat menyesal melihat ini, Laurence. Manajer Pelatihan kami tidak boleh menggunakan bahasa seperti ini, dan saya berterima kasih karena telah memberitahukannya kepada saya."

Laurence Coles yang mengeluhkan sambutan staf kereta api London.
Laurence Coles yang mengeluhkan sambutan staf kereta api London. (Twitter /@LNER via news.com.au)

"Bisakah anda memberi tahu saya layanan mana yang anda gunakan dan saya akan memastikan layanan tersebut tetap inklusif seperti yang kami upayakan di LNER," lanjutnya.

Perusahaan tersebut menambahkan, "Kami telah bekerja sangat keras dengan mendidik orang-orang kami tentang mengapa kata ganti khusus gender tidak cocok dalam contoh seperti ini, dan kami menyesal melihat ini tidak diterapkan di sini."

"Ini sepenuhnya valid untuk seseorang yang tidak mengidentifikasi dengan istilah yang digunakan untuk merasa dikucilkan dan sebagai bisnis kami tidak menerima bahwa siapapun harus merasa dikucilkan," sambungnya.

Seorang juru bicara LNER berkata, "Kami berkomitmen terhadap keragaman dan inklusi dalam semua yang kami lakukan untuk pelanggan, kolega dan komunitas kami."

Baca juga: Surat Unik yang Ditulis Albert Einstein pada 1949 Telah Ditemukan, Ini Isi Pesannya

Baca juga: Pesawat Ini Berhasil Mendarat setelah Bertabrakan dan Hampir Terbelah di Udara

"Kebijakan dan prosedur kami ditinjau secara berkala dan berdasarkan komentar terbaru, kami akan meninjau jika ada perubahan lebih lanjut yang perlu dilakukan," sambungnya.

Transportasi di London memerintahkan staf untuk tidak menggunakan kata 'Ladies and gentlemen' pada tahun 2017 untuk mencegah menyinggung penumpang non-biner di jaringan bus dan kereta London.

Laurence, yang bekerja sebagai penjaga South Western Railway dan juga perwakilan LGBTQI+ untuk serikat RMT dan Partai Buruh di Tooting, London selatan, tidak mau berkomentar saat dihubungi oleh The Sun.

Sementara itu, Charlotte bekerja sebagai instruktur pemberi isyarat untuk London Underground dan merupakan pendiri grup Progress Train.

Tonton juga:

Baca juga: Viral di Medsos, Ikan yang Tampak Aneh dan Menyeramkan Terdampar di Pantai, Dari Mana Asalnya?

Baca juga: Rekomendasi 5 Jam Tangan Brand Lokal Warna Hitam Harga Mulai Rp 300 Ribuan, Cocok Buat Traveling

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Baca selengkapnya seputar Video Viral di Medsos, di sini.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved