Breaking News:

Rekomendasi Kuliner

Ada Mi Kopyok hingga Tahu Gimbal, Ini 7 Kuliner Khas Semarang yang Patut Kamu Coba

Rekomendasi 7 kuliner khas Semarang yang patut dicoba, ada mi kopyok hingga lumpia yang legendaris.

TribunJateng/Bare Kingkin Kinamu
Sajian Mi Kopyok Pak Dhuwur di Semarang 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kuliner khas Semarang memang jadi primadona bagi wisatawan yang sedang liburan ke sana.

Selagi berwisata, sayang rasanya jika melewatkan kelezatan berbagai kuliner khas Semarang.

Tentunya, ada banyak kuliner khas Semarang yang bisa kamu coba.

Mulai dari sajian mi kopyok, babat gongso, hingga lumpia yang legendaris.

Baca juga: Nikmatnya Soto Sadang, Kuliner Legendaris Purwakarta yang Eksis Sejak 1974

Dirangkum TribunTravel dari berbagai sumber, berikut ini rekomendasi 7 kuliner khas Semarang yang patut dicoba.

1. Mi Kopyok

Berburu kuliner khas Semarang, jangan lupa untuk mencicipi sajian mi kopyok.

Mi Kopyok adalah olahan yang terdiri dari mi kuning, lontong, potongan tahu pong, taoge, kerupuk gendar, taburan bawang goreng, dan irisan daun bawang untuk dan seledri.

Ada banyak penjual mi kopyok di Semarang, namun yang paling populer tentu Mi Kopyok Pak Dhuwur.

Jika ingin mencicipi, kamu bisa berkunjung ke Jalan Tanjung Nomor 18A, Pandansari, Semarang, Jawa Tengah

2. Roti Ganjel Rel

Memiliki nama yang cukup unik, roti ganjel rel juga tak boleh terlewatkan saat berburu kuliner khas Semarang.

Roti yang khas dengan taburan wijen ini terbuat dari tepung tapioka, santan, air nira, gula, dan kayu manis sebagai penambah aroma sedap.

Menariknya, roti ganjel rel menjadi sajian wajib di tradisi Dugderan saat menyambut bulan Ramadan.

3. Babat Gongso

Makanan ini merupakan salah satu kuliner legendaris khas Semarang karena sudah ada sejak lama.

Babat gongso merupakan jeroan sapi berupa babat yang dimasak dan disajikan dengan kuah manis pedas.

Bumbu-bumbu yang digunakan pada babat gongso ini diantaranya adalah cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, dan daun salam.

Yang khas dari babat gongso ini adalah proses memasak yang masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas.

4. Bandeng Presto

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved