TRIBUNTRAVEL.COM - Setelah ditutup selama beberapa waktu, jalur pendakian Gunung Semeru akhirnya dibuka kembali.
Informasi dalam akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru @bbtnbromotenggersemeru, jalur pendakian Gunung Semeru saat ini dibuka untuk perjalanan selama 3 hari 2 malam.
Namun, pendaki hanya diperkenankan melakukan pendakian sampai Kalimati.
"Mulai 1 April 2021, kalian sudah bisa mengunjungi Semeru kembali. Berita gembiranya lagi, untuk pembukaan kali ini pendakian sudah diperkenankan untuk 3 days trip (3 hari 2 malam) tapi tetap batas rekomendasi pendakian sampai kalimati yaa," tulis akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru.
Dalam unggahan yang sama diinformasikan juga bahwa kuota pendakian masih dibatasi, yaitu 180 orang per hari.
Cara reschedule bagi pendaki yang gagal mendaki pada 2019 dan 2020
Pendaki yang pernah melakukan booking online pada 2019 dan 2020 namun gagal mendaki, bisa melakukan reschedule untuk pendakian tahun ini.
Berikut cara reschedule pendakian Gunung Semeru yang dirangkum TribunTravel dari Kompas.com:
1. Masuk ke situs reschedule
Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan verifikasi kode booking online dengan mengakses laman reschedule.bromotenggersemeru.org.
Setelah itu, masukkan kode booking yang kamu miliki ke kolom pencarian yang sudah disediakan pihak Balai TN Bromo Tengger Semeru.
2. Verifikasi email atau nomor HP
Setelah memasukkan kode booking pada kolom pencarian, lakukan langkah berikutnya yakni verifikasi via email atau nomor HP yang kamu gunakan saat melakukan booking sebelumnya.
3. Baca syarat dan ketentuan
Apabila sudah verifikasi melalui email atau nomor HP, sebuah laman bertuliskan “Syarat dan Ketentuan Jadwal Ulang” akan muncul.
Salah satu aturan yang tertera pada laman tersebut adalah pendakian dilakukan dalam bentuk kelompok kecil dengan jumlah pendaki 3-7 orang.
Pada laman tersebut, pastikan kamu membaca dan memahami seluruh aturan yang ada.
Jika sudah, klik kotak yang menyatakan bahwa kamu memahami dan menyetujui seluruh syarat yang ada.
Lalu klik “Submit”.
4. Pilih jadwal pendakian baru
Tahap selanjutnya adalah memilih bulan dan tanggal pendakian baru.
Kemudian, klik pada kolom kuota pendakian.
Adapun, angka yang tertera pada kolom pendakian merupakan sisa kuota yang tersedia.
Jika sudah penuh, ada baiknya tidak memaksakan diri dan pilih tanggal lain.
5. Perbarui data pendakian
Laman selanjutnya adalah kolom data ketua dan anggota kelompok pendakian.
Pastikan kamu mengisinya dengan benar.
Apabila ada perubahan, klik simbol pensil yang berada pada sisi kanan kolom.
6. Kirim data terbaru
Apabila sudah mengisi seluruh kolom data ketua dan anggota kelompok, pastikan kembali bahwa seluruh data yang dimasukkan benar.
Terkait email, masukkan email yang masih aktif dan sering kamu akses karena simaksi akan dikirim ke email tersebut.
Selanjutnya, klik kotak yang menyatakan bahwa kamu telah mengisi seluruh data dengan benar lalu klik “Kirim”.
7. Cetak bukti reschedule
Setelah melakukan penjadwalan ulang, periksa email secara berkala untuk memastikan bahwa simaksi dan pemberitahuan soal penjadwalan ulang sudah masuk.
Jika tidak ada dalam kotak pesan terbaru, kamu bisa cek kotak spam.
Apabila sudah menerimanya, cetak file sebanyak dua rangkap.
Satu untuk dibawa pendaki, satu untuk diberikan ke petugas loket pada hari pendakian.
Baca juga: TRAVELUPDATE: Pesona Gundukan Pasir di Pantai Gunung Kunyit, Spot Foto Baru di Lampung yang Ciamik
Baca juga: Harga dan Fasilitas Menginap di Tenda Gunung Batu Villa Khayangan Bogor Terbaru 2021
Baca juga: Suka Ngopi? Coba Berkunjung ke Kemalang Klaten Sambil Nikmati Indahnya Gunung Merapi
Baca juga: Asal-usul Berdirinya Kampung Pitu di Gunungkidul yang Hanya Dihuni Tujuh Keluarga
Baca juga: Jelajah Gunung Pegat Srengat, Destinasi Wisata Terlarang Buat Pengantin Baru di Blitar