Breaking News:

Sudah Tahu Belum? Inilah Alasan Kenapa Gurun Sahara Sangat Dingin saat Malam Hari

Gurun Sahara selalu memiliki suhu yang sangat dingin saat malam hari karena alasan ini.

Editor: Nurul Intaniar
Pixabay/Wolfgang_Hasselmann
Ilustrasi Gurun Sahara dan Unta. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pernah membayangkan bagaimana suhu di Gurun Sahara?

Jika iya, apakah seringnya traveler mengira kalau Gurun Sahara itu selalu panas?

Jangan salah, ternyata Gurun Sahara juga memiliki cuaca yang sangat dingin khususnya saat malam hari.

Suhu udara di Gurun Sahara bisa tiba-tiba menjadi dingin dalam semalam.

Suhu gurun yang berada di Afrika Utara ini, dapat turun rata-rata hingga 75 derajat Fahrenheit atau sekitar 42 derajat Celsius dalam semalam.

Lantas, apa yang penyebab penurunan suhu yang dramatis di Gurun Sahara yang gersang ini?

Ilustrasi - Gurun Sahara.
Ilustrasi - Gurun Sahara. (Foto oleh Soraya Dewi via Flickr.com)

Badan antariksa nasional Amerika Serikat (NASA), menjelaskan penurunan suhu terjadi di Sahara bisa anjlok begitu matahari terbenam.

Dari rata-rata suhu tinggi 38 derajat Celcius pada siang hari menjadi rata-rata rendah minus 4 derajat Celcius pada malam hari.

Dilansir Live Science, Senin (22/2/2021), ada alasan mengapa gurun yang gersang dan memiliki daerah kering yang menutupi sekitar 35 persen daratan Bumi itu menjadi sangat panas, dan kemudian tiba-tiba menjadi sangat dingin.

Penyebab perubahan suhu secara drastis adalah kombinasi dari dua faktor utama yaitu pasir dan kelembaban, yang membuat suhu di Gurun Sahara dapat sangat dingin pada malam hari.

Tidak seperti termos, pasir tidak menahan panas dengan baik.

Menurut laporan tahun 2008 dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, ketika panas dan cahaya matahari menghantam gurun pasir, butiran pasir di lapisan atas gurun menyerap dan juga melepaskan panas kembali ke udara.

Pada siang hari, radiasi pasir dari energi matahari memanaskan udara dan menyebabkan suhu naik dan menjadi sangat panas.

Namun, pada malam hari sebagian besar panas di pasir dengan cepat menyebar ke udara dan tidak ada sinar matahari untuk memanaskannya kembali, membuat pasir dan sekitarnya menjadi lebih dingin dari sebelumnya.

Kendati demikian, fenomena ini saja tidak menyebabkan penurunan suhu yang drastis.

Alasan utama terjadinya perubahan suhu yang drastis seperti di Gurun Sahara yang membuat suhu di malam hari sangat dingin ini adalah karena udara gurun sangat kering.

Di gurun kering seperti Gurun Sahara dan Gurun Atacama di Chili, kelembapan jumlah uap air di udara praktis nol, dan tidak seperti pasir, air memiliki kapasitas besar untuk menyimpan panas.

Ilustrasi Gurun Sahara dan Unta.
Ilustrasi Gurun Sahara dan Unta. (Pixabay/Wolfgang_Hasselmann)

Uap air di udara memerangkap panas di dekat tanah seperti selimut raksasa yang tak terlihat dan menghentikannya menghilang ke atmosfer.

Udara dengan kelembaban tinggi juga membutuhkan lebih banyak energi untuk bisa memanas, yang berarti juga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghilangkan energi tersebut dan untuk mendinginkan lingkungan.

Oleh karena itu, kurangnya kelembapan di gurun memungkinkan tempat-tempat gersang ini cepat panas tetapi juga cepat mendingin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved