Breaking News:

Boeing Terkena Denda Sebesar Rp 94 Miliar dari FAA, Ini Penyebabnya

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) telah menghukum Boeing dengan denda sebesar 6,6 juta dolar atau setara Rp 94,1 miliar.

Boeing.com
Ilustrasi - Administrasi Penerbangan Federal (FAA) telah menghukum Boeing dengan denda sebesar 6,6 juta dolar atau setara Rp 94,1 miliar. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Administrasi Penerbangan Federal (FAA) telah menghukum Boeing dengan denda sebesar 6,6 juta Dolar atau setara Rp 94,1 miliar.

Ini adalah uang yang relatif kecil dibandingkan dengan denda miliaran dolar yang dikenakan Departemen Kehakiman pada Boeing awal tahun 2021 lalu.

Dilansir TribunTravel dari laman Simple Flying, denda terbaru terkait dengan kegagalan Boeing untuk memenuhi perubahan pengawasan keselamatan yang telah disepakati mulai tahun 2015.

Selain itu, hukuman tersebut menyelesaikan dua masalah luar biasa lainnya di pabrik pesawat.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh FAA, denda 6,6 juta dolar menyelesaikan beberapa masalah.

Ada denda 5,4 juta dolar karena gagal memenuhi kewajiban kinerjanya berdasarkan perjanjian pada 2015.

Baca juga: Pesawat Boeing Mendarat Darurat usai Alami Kerusakan Mesin

Ilustrasi - pesawat berjenis Boeing 787-9 Dreamliner
Ilustrasi - Administrasi Penerbangan Federal (FAA) telah menghukum Boeing dengan denda sebesar 6,6 juta dolar atau setara Rp 94,1 miliar (norwegian.com)

Ada pula dua pelaksanaan kasus FAA yang tertunda, Boeing membayar 1,21 juta dolar untuk diselesaikan.

"Boeing gagal memenuhi semua kewajibannya berdasarkan kesepakatan penyelesaian, dan FAA meminta pertanggungjawaban Boeing dengan memberlakukan hukuman tambahan," kata Steve Dickson dari FAA .

"Saya telah menegaskan kembali kepada kepemimpinan Boeing berkali-kali bahwa perusahaan harus memprioritaskan keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan dan bahwa FAA akan selalu mengutamakan keselamatan dalam semua keputusannya," imbuhnya.

Perjanjian pada 2015 adalah dokumen 29 halaman yang menetapkan beberapa masalah pengawasan kualitas dan keselamatan yang ingin diperbaiki oleh regulator penerbangan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved