Breaking News:

TRIBUNTRAVEL UPDATE

TRAVEL UPDATE: Lumpia Duleg, Kuliner Khas Delanggu Klaten yang Ada Sejak Jaman Penjajahan

Nama Duleg sendiri berasal dari cara memakan kuliner yang satu ini yakni dengan cara diuleg atau dibedah terlebih dahulu.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Lumpia Duleg berisi potongan kecambah dengan campuran pati ogok ini menjadi ciri khas Dukuh Lemburejo, Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Sabtu (16/1/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler mungkin belum pernah atau bahkan asing mendengar nama Lumpia Duleg.

Ya, kuliner khas Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten ini rupanya sudah ada sejak jaman penjajahan.

Nama Duleg sendiri berasal dari cara memakan kuliner yang satu ini yakni dengan cara diuleg atau dibedah terlebih dahulu.

Menurut laporan wartawan TribunSolo, Mardon Widiyanto, Lumpia Duleg sudah ada sekitar tahun 1950-an dan berbeda dengan lumpia pada umumnya.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Berdiri Sejak 1947, Toko Kopi Podjok Solo Jadi Surga Kecil Pencinta Kopi

Perbedaan Lumpia Duleg dan lumpia lainnya terletak pada isian dan cara penyajiannya.

"Umumnya lumpia berisi bambu muda (rebung) dan daging ayam, tapi Lumpia Duleg ini isinya kecambah dan terdiri dari campuran tepung beras serta pati ogok," ungkap Mardon.

Mardon menjelaskan, Lumpia Duleg paling pas dinikmati dengan kuah juroh.

Kuah Juroh merupakan kuah manis yang berasal dari gula jawa cair dan bawang merah goreng.

"Lumpia Duleg paling enak dimakan sama kuah juroh," kata Mardon.

Sejarah Lumpia Duleg

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved