Breaking News:

Taiwan Larang Semua Penumpang Makan dan Minum di Dalam Transportasi Umum

Jika orang perlu minum air, minum obat, atau menyusui anak, mereka harus memakai masker sesegera mungkin setelah makan, kata MOTC.

Thinkstock
Ilustrasi kereta cepat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Makan dan minum di dalam transportasi umum mungkin sudah jadi pemandangan biasa di Indonesia.

Namun, beberapa negara melarang keras aktivitas tersebut dengan berbagai alasan.

Termasuk Taiwan yang baru-baru ini mengumumkan aturan baru bagi penumpang transportasi umum.

Dikutip TribunTravel dari laman AsiaOne, Senin (1/2/2021), Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan atau MOTC mengumumkan pada Jumat (29/1/2021) larangan makan dan minuman di semua transportasi umum.

Aturan ini berlaku mulai 1 Februari 2021.

Jika orang perlu minum air, minum obat, atau menyusui anak, mereka harus memakai masker sesegera mungkin setelah makan, kata MOTC.

Sebelumnya, pada hari Kamis (28/1/2021), MOTC mengumumkan pembatalan kursi non-reservasi di kereta High-Speed ​​Rail (HSR) mulai 8-16 Februari.

Aturan ini diberlakukan sebagai respon atas peningkatan kasus Covid-19 yang ditularkan secara lokal, kata Kementerian Perhubungan negara tersebut.

Pihak HSR diharapkan memberi 467 ribu kursi tambahan bagi para pelancong untuk memenuhi permintaan yang melonjak selama Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, Taiwan Railways Administration (TRA) juga akan membatasi jumlah standing ticket yang terjual.

Maksimal 120 tiket per kereta dan 15 tiket per gerbong, sedangkan KA lokal akan beroperasi sama dengan Taipei Metro.

Pada Rabu malam, tingkat pemesanan HSR hanya sekitar 58 persen yang artinya turun 5 persen dari tahun sebelumnya, menurut statistik MOTC.

MOTC menambahkan, jika ada kereta tambahan, mereka hanya akan menawarkan kursi yang dipesan.

Selain itu, karena pandemi, MOTC memperkirakan lalu lintas di jalan raya akan meningkat selama liburan.

Menteri Perhubungan Lin Chia-lung mengatakan dia telah mendesak TRA dan HSR untuk meningkatkan jumlah kereta agar gerbong-gerbong tersebut tidak terlalu ramai demi pencegahan penularan COVID-19. (TribunTravel.com/tyas)

Baca juga: Arkeolog Israel Temukan Kain Ungu Berusia 1.000 SM yang Diyakini Pernah Dipakai Raja Daud

Baca juga: Jalan-jalan di Pantai, Bocah 4 Tahun Ini Temukan Jejak Dinosaurus Berusia 220 Juta Tahun

Baca juga: Kapal Pesiar Ini Akan Keliling Dunia ke 50 Tujuan Selama 111 Hari

Baca juga: Bandara Ini Punya Fasilitas Vending Machine yang Menjual Alat Uji COVID-19

Baca juga: Telat Lakukan Pendaratan, Pesawat Ini Malah Melaju Keluar dari Landasan Pacu

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved