Breaking News:

Maskapai Ini Izinkan Stafnya Ambil Cuti 2 Tahun untuk Jalankan Usaha Pribadi di Tengah Pandemi

Dalam serangkaian pengumuman terbaru, maskapai ANA mengizinkan stafnya untuk mengambil cuti tanpa bayaran hingga dua tahun.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Abdul Haerah HR
businesstraveller.com
Kabin Pesawat ANA All Nippon Airways. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Akibat pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh penjuru dunia, lalu lintas penerbangan mengalami penurunan.

Hal ini juga dialami oleh All Nippon Airways (ANA) yang berusaha keras di tengah pandemi Covid-19.

ANA bahkan harus memangkas biaya dan menyimpan pesawat untuk periode terbang yang lama.

Dalam serangkaian pengumuman terbaru, maskapai ini bahkan mengizinkan stafnya untuk mengambil cuti tanpa bayaran hingga dua tahun.

Baca juga: Jumlah Pesawat Parkir Terus Meningkat, Vietnam Perluas Aturan Penyimpanan Pesawat Jangka Panjang

Menurut Kyodo News yang dilansir dari Simple Flying, Kamis (28/1/2021), sekitar 15.000 karyawan ANA berhak mengambil cuti.

Mulai April 2021, staf ANA bisa memilih masa cuti antara lima bulan hingga dua tahun.

Maskapai ANA tidak akan membayar karyawan mereka untuk cuti, namun maskapai akan memberikan insentif sebesar 1.930 dolar AS (Rp 27,2 juta) untuk karyawan yang mendaftar sebelum 31 Maret 2021.

Selama cuti, maskapai ini akan tetap menanggung iuran jaminan sosial karyawannya.

Cuti Tidak Dibayar untuk Jangka Waktu hingga 2 Tahun

Sebagai gantinya, ANA mengharapkan karyawannya yang sedang cuti melakukan lebih dari sekedar duduk-duduk di rumah sepanjang hari.

Maskapai ini ingin karyawannya melakukan sesuatu yang konstruktif dan kembali dengan keterampilan dan kemampuan baru.

ANA menominasikan untuk sementara bekerja di tempat lain, mendapatkan kualifikasi baru, atau bepergian sebagai cara ideal untuk menghabiskan waktu.

Di mana mereka mengharapkan karyawan untuk bepergian juga di era pembatasan perbatasan dan larangan perjalanan ini.

Itu semua adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk memangkas biaya di maskapai Jepang.

Pada Oktober, maskapai tersebut mengatakan sedang menghadapi kerugian sebesar 4,9 miliar dolar AS selama 12 bulan hingga 31 Maret 2021.

Saat itu, ANA sedang bernegosiasi dengan bank untuk mendapatkan pinjaman 3,85 miliar dolar AS.

Mereka menggandakan ini sebulan kemudian, juga mengumumkan penawaran saham 3,2 miliar dolar AS.

Sementara penerbangan internasional ANA telah tipis selama sebagian besar tahun 2020, pasar penerbangan domestik Jepang yang biasanya menguntungkan dan sibuk bernasib relatif lebih baik.

Tapi wabah virus baru merusak kepercayaan dan industri penerbangan.

Pada bulan Desember, ANA beroperasi pada 79 persen dari kapasitas domestik normalnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved