Breaking News:

Sering Dianggap Sama, Perbedaan Sumpit Jepang, China dan Korea Ini Jarang Diketahui

Orang jarang menyadari perbedaan sumpit ketiga negara ini, karena biasanya kita hanya melihat perbedaan dari jenis masakannya saja.

OpenRice
Alas sumpit 

TRIBUNTRAVEL.COM - Negara-negara di Asia Timur memiliki budaya yang hampir mirip, termasuk dalam hal kuliner.

Selain dari segi hidangan, peralatan makan yang digunakan pun sama, yaitu sumpit.

Masyarakat Asia Timur di antaranya Jepang, China dan Korea umumnya menyantap makanan dengan sumpit, kecuali untuk makanan berkuah.

Bahkan mereka juga menggunakan sumpit untuk memasak.

Selain di Asia Timur, sumpit juga banyak digunakan di wilayah Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Traveler pasti mengira sumpit dari ketiga negara tersebut sama.

Faktanya, banyak yang belum tahu kalau sumpit itu banyak macamnya.

Orang jarang menyadari perbedaan sumpit ketiga negara ini, karena biasanya kita hanya melihat perbedaan dari jenis masakannya saja.

Padahal, jika diperhatikan sumpit di restoran China, Jepang dan Korea sangatlah berbeda.

Bahkan dari sumpit inilah kita bisa melihat perbedaan budaya antara Korea, Jepang dan Tiongkok.

Dilansir TribunTravel dari laman Koreaboo, inilah perbedaan sumpit dari Jepang, China dan Korea.

1. Sumpit Korea

Ilustrasi sumpit logam.
Ilustrasi sumpit logam. (rokaakor.com)

Sumpit orang Korea sangatlah unik.

Jika kamu suka nonton serial drakor (drama Korea), pasti pernah lihat orang Korea gemar memakai sumpit berbahan metal dan bentuknya pipih.

Sumpit jenis ini biasanya cukup sulit dipakai orang-orang yang tak biasa memakainya.

Ada sejarah menarik di balik sumpit Korea yang terbuat dari perak dan pipih.

Konon, orang kaya zaman dulu membuat sumpit dari perak untuk mendeteksi bahan kimia beracun.

Jika makanan mereka mengandung racun, bisa terlihat saat sumpitnya berubah warna atau mengeluarkan bau aneh.

Sumpit ini digunakan untuk menggagalkan upaya pembunuhan yang ditujukan atas perebutan harta dan tahta.

Sumpit perak ini sampai sekarang masih digunakan masyarakat Korea untuk acara-acara khusus saja.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved