Breaking News:

Inilah Kisal Awal Mula Lahirnya Tas Aceh yang Kini Mendunia

Tas Aceh merupakan salah satu souvenir khas Aceh yang wajib dibeli jika berkunjung ke Aceh

Kompas.com/ MASRIADI
Tas Aceh di Desa Ule Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tas Aceh merupakan satu souvenir khas Aceh yang wajib dibeli jika berkunjung ke Aceh.

Produsen tas ini tepatnya berada di Ulee Madon, Manasah Aron, Bungkah, yang berada di Kecamatan Muara dan juga tersebar di beberapa desa lain.

Baca juga: Cimory Dairyland Prigen Ditutup Sementara, Toko Oleh-oleh Masih Layani Kunjungan

Zainabon (71), warga Desa Ulee Madon, Muara Batu, Aceh Utara, Aceh terlihat lebih rileks.

Pengrajin tas ini berpuluh tahun menghabiskan hidupnya dengan benang dan kain mengubahnya menjadi tas aneka warna, beragam ukuran, multifungsi.

Seluruh tas kreasinya bermotif khas Aceh, seperti rencong, pinto Aceh dan lain sebagainya.

Bagi Zainabon, kerajinan tas bukan sebatas usaha dan bisnis menghidupi keluarga.

Namun, meneruskan usaha turun temurun yang dirintis sejak neneknya dahulu. Kenangan Zainabon melambung ke puluhan tahun silam.

Dulu, katanya, kerajinan bordir masih sebatas untuk kopiah dan sajadah. Lalu muncul ke model tas, seperti yang ditekuni kini.

Varian tas kreasi Zainabon beragam, seperti tas jinjing, dompet, ransel hingga koper. Baca juga: Itinerary Weekend di Banda Aceh, Jelajah Sekitar Blang Padang Zainabon ingat betul, sebelum membuat tas saat ini, ia lebih dulu menjual sajadah di pasar daerah Krueng Geukueh.

"Saat itu, tikar sajadah dari anyaman pandan, tapi pembeli meminta dengan harga murah," ceritanya. Kemudian, Dinas Industri Kabupaten Aceh Utara memesan 20 sajadah untuk dibawa ke festival kerajinan di Banda Aceh pada medio 1980-an.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Septi Nandiastuti
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved