Breaking News:

12 Tahun Berlalu, Penumpang Pesawat Ini Dapatkan Kembali Uangnya yang Hilang Senilai Rp 22,9 Miliar

Pengadilan Tinggi Federal di Lagos telah meminta maskapai Emirates untuk membayar ganti rugi 1,63 juta dolar AS (Rp 22,9 miliar) kepada penumpangnya.

time.com
Ilustrasi - Koper yang masuk ke pesawat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang penumpang yang kehilangan koper berisi uang miliknya 12 tahun lalu akhirnya mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 22,9 miliar.

Pengadilan Tinggi Federal di Lagos telah meminta maskapai Emirates untuk membayar ganti rugi 1,63 juta dolar AS (Rp 22,9 miliar) kepada seorang pengusaha lajang yang kehilangan barang bawaannya.

Barang bawaan berupa koper tersebut dilaporkan berisi sejumlah uang tunai, yang hilang 12 tahun lalu dalam perjalanan ke China.

Baca juga: Anak dari Korban Sriwijaya Air SJ-182 Sempat Dapat Video dari Orangtuanya Sebelum Pesawat Take Off

Selain mengganti uang, maskapai Emirates juga didenda 50 juta Naira Nigeria atas kerusakan, yang setara dengan sekitar 131.000 dolar AS (Rp 1,8 miliar).

Koper yang Hilang Sangat Berharga

Melansir laman Simple Flying, Rabu (13/1/2021), Pengusaha Nigeria, Mr. Orji Prince Ikem melakukan perjalanan dengan Emirates pada tahun 2007 dari Lagos ke China.

Ikem membawa sejumlah uang sebesar Rp 1,65 juta dolar AS (Rp 22,9 miliar) di kopernya dan berencana untuk membeli barang-barang di China.

Koper
Koper (Readers Digest)

Dia terbang dengan rute multi-stop dari Lagos ke Dubai, lalu ke Hong Kong dan terakhir ke Guangzhou, China.

Menurut penumpang tersebut, staf Emirates mendekatinya di ruang tunggu keberangkatan dan bersikeras akan mengurus bagasinya.

Mereka mengklaim akan lebih aman dalam perawatan maskapai, mengingat jumlah uang tunai yang dibawa Ikem bersamanya.

Ikem mengatakan kepada pengadilan bahwa dia menolak menyerahkan kopernya, tetapi ia juga takut ketinggalan pesawat.

Karena itu, dia akhirnya melepaskan kopernya, dan menerima nomor tag EK428682 dan EK428683 untuk koper tersebut.

Maskapai mengatakan akan mengembalikan koper itu setibanya di tempat tujuan.

Tapi hingga 12 tahun kemudian, dia tidak pernah melihat kopernya lagi.

Perjuangan 12 Tahun untuk Mendapatkan Kembali Uangnya

Sejak itu, Ikem harus berjuang selama 12 tahun untuk mencoba mendapatkan kembali uangnya.

Dia mengatakan, selain barang-barang pribadi, koper itu berisi uangnya sendiri sebesar 700.000 dolar AS (Rp 9,8 miliar).

Selain itu ada lagi uang sebesar 930.000 dolar AS (Rp 13,1 miliar) yang dibungkus di dalam koper itu.

Uang tersebut milik pengusaha lain, Olisaemeka Ugwunze, yang telah meminta Ikem untuk membawa uang tersebut ke China untuk membayar barang.

Vanguard Nigeria merinci tindakan ekstensif yang dilakukan Ikem untuk mendapatkan kembali tasnya.

Ini termasuk beberapa perjalanan ke Bandara di Guangzhou, kembali ke Dubai, dan melakukan banyak perjalanan ke bandara di sana serta keterlibatan polisi.

Selama dua bulan, Ikem berusaha sekuat tenaga untuk menemukan koper-koper itu, tetapi tidak ada catatannya di bandara manapun.

Penyelidikan polisi menunjukkan bahwa dua kopernya tidak pernah meninggalkan Lagos, tidak dalam penerbangannya atau layanan selanjutnya.

Emirates beralasan bahwa proses penanganan bagasi di Bandara Internasional Murtala Muhammad adalah kewenangan Nigerian Aviation Handling Company (NAHCO).

Hasil Putusan Pengadilan Tinggi

Menurut media Nigeria, Pengadilan Tinggi memutuskan bahwa penguggat benar.

Hakim Muslim Hassan mencatat bahwa Emirates, melalui penasihat hukumnya telah gagal membantah klaim Ikem.

Hakin Hassan pernah berkata, "Saya telah membaca semua proses yang diajukan oleh kedua belah pihak serta kesepakatan mereka dan memutuskan bahwa satu-satunya masalah untuk penentuan adalah apakah penggugat berhak atas ganti rugi yang diminta ke pengadilan ini."

"Gugatan yang tidak diganggu gugat dianggap diakui, dalam hal ini tergugat tidak memanggil saksi melainkan menggantungkannya pada gugatan penggugat yang artinya semua yang diklaim penggugat dan pembelaannya diakui," lanjutnya.

Tonton juga:

Ia menambahkan, "Saya berpendapat bahwa Emirate Airlines gagal dalam kewajibannya kepada pelanggan dengan tidak mengirimkan bagasi yang berisi sejumlah 1,63 juta dolar AS."

"Secara keseluruhan saya dengan ini membuat perintah berikut; Perintah agar Emirates Airlines membayar penggugat sejumlah 1,63 juta dolar AS; perintah bahwa terdakwa membayar sejumlah N50 juta kepada terdakwa sebagai ganti rugi. Para pihak akan menanggung biayanya masing-masing," pungkasnya.

Jumlah yang harus dibayarkan oleh Emirates akan menutupi biaya uang yang hilang, serta denda sekitar 131.000 dolar AS untuk kesulitan yang tak terhitung dan hilangnya pendapatan yang telah diderita Ikem selama 12 tahun berjuang melawan kasusnya.

Baca juga: Beli Tiket Pesawat Murah, Penumpang Ini Justru Dapatkan Perawatan Medis Akibat Disengat Kalajengking

Baca juga: Ini Analisis Media Asing Soal Kenapa Pesawat Indonesia Sering Jatuh, Termasuk Faktor Ekonomi

Baca juga: Isi Kotak Ceri Miliknya Berkurang Saat Ditinggal di Bandara, Penumpang Ini Curigai Staf Maskapai

Baca juga: Sejumlah Cerita Gelap Pramugari Selama Bekerja, Layanan Seks hingga Penumpang Menyebalkan

Baca juga: Sejumlah Cerita Gelap Pramugari Selama Bekerja, Layanan Seks hingga Penumpang Menyebalkan

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved