Breaking News:

Kenapa Butuh Waktu Lama untuk Temukan Black Box Usai Kecelakaan Pesawat?

Sinyal Black Box tersebut tidak dapat didengarkan oleh telinga manusia, melainkan dengan alat pendekteksi yang disebut sonar.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Nurul Intaniar
ayobuka.com
Ilustrasi Pesawat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Black box atau kotak hitam selalu dicari usai kecelakaan pesawat, karena benda ini dapat mengungkap penyebab kecelakaan.

Black box sendiri dapat merekam percakapan pilot dan kopilot di kokpit.

Melansir dari National Public Radio (NPR), black box dapat memancarkan sinyal sekali per detik selama 30 hari saat tenggelam di kedalaman hingga 20.000 kaki.

Namun sinyal tersebut tidak dapat didengarkan oleh telinga manusia, melainkan dengan alat pendekteksi yang disebut sonar.

Kendati demikian, butuh waktu lama untuk menemukan black box.

Scott Hamilton, direktur Leeham Co, sebuah perusahaan konsultan penerbangan, mengatakan jika kecelakaan terjadi di laut sebenarnya tidak berpengaruh seberapa dalam air laut itu.

Baca juga: Sriwijaya Air SJ182 Berusia 26 Tahun, Berapa Rata-rata Usia Pesawat yang Beroperasi di Indonesia?

Ilustrasi black box
Ilustrasi black box (abc.net.au)

"Yang lebih relevan adalah seberapa cepat puing ditemukan dan seberapa dekat ke titik benturan," kata Hamilton, seperti dikutip TribunTravel dari NPR.

Semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk menemukan puing-puing, lanjut Hamilton, maka semakin banyak angin dan arus yang membawanya menjauh.

Sehingga tak jarang black box ditemukan beberapa mil jauhnya dari lokasi ditemukannya puing-puing pesawat.

Pada kecelakaan pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang pada 2018 silam misalnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved