Breaking News:

Mantan CEO Thai Airways Dipenjara Karena Gunakan Jabatannya untuk Hindari Biaya Bagasi Pesawat

Mantan ketua Thai Airways telah dijatuhi hukuman selama dua tahun karena tak membayar biaya kelebihan muatan bagasi.

Flickr/ Simon_sees
Thai Airways, maskapai penerbangan asal Thailand 

TRIBUNTRAVEL.COM - Mantan ketua Thai Airways telah dijatuhi hukuman selama dua tahun karena tak membayar biaya kelebihan muatan bagasi.

Kasus tersebut menemukan bahwa Wallop Bhukkanasut, yang merupakan ketua dewan pada saat itu, menggunakan jabatannya agar bisa membawa barang bawaan seberat 300 kilogram di atas batas ketentuan maskapai pada penerbangan tahun 2009.

Melansir laman Simple Flying, Sabtu (28/11/2020), Wallop Bhukkanasut memiliki salah satu masa jabatan terpendek dari semua ketua dewan maskapai penerbangan dalam sejarah.

Dia diangkat pada April 2009 tetapi mengundurkan diri pada Desember di tahun yang sama setelah muncul riwayat penyalahgunaan kekuasaan.

Baca juga: Kreativitas Maskapai dalam Menjual Makanan Pesawat, Thai Airways Buka Restoran Bertema Penerbangan

Kini, satu dekade kemudian, Wallop menghadapi hukuman penjara dua tahun karena pelanggarannya tersebut.

Mantan ketua tersebut dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Kriminal Pusat Thailand karena melanggar Pasal 11 Undang-Undang Anti Korupsi Nasional.

Kejahatan Wallop termasuk membawa kembali sejumlah besar kelebihan bagasi saat perjalanan dari Tokyo dan memanfaatkan jabatannya untuk menghindari biaya.

Wallop kembali dari Tokyo pada 14 November 2009 dengan istrinya.

Terbang kembali dari Bandara Narita, ia memegang tiket kelas satu untuk penerbangan Thai Airways TG677 ke Bangkok.

Tiket itu termasuk jatah bagasi hingga 120 kilogram.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved