Breaking News:

Ilmuwan Temukan Planet Ekstrem, Terdapat Hujan Bebatuan dan Lautan Lahar

Para ilmuwan telah menemunkan salah satu planet paling ekstrem bernama K2-141b di tepi tata surya.

Flickr/ European Southern Observatory
Ilustrasi planet ekstrem 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jika kamu mengira planet yang kita tempati buruk, cobalah untuk pindah ke planet K2-141b.

Para ilmuwan telah menunjukkan apa yang mereka katakan sebagai salah satu planet paling ekstrem yang pernah ditemukan di tepi tata surya kita.

Lantas, seberapa ekstrem planet tersebut?

Melansir laman Travel and Leisure, Selasa (10/11/2020), planet K2-141b ini memiliki laut yang awalnya terbuat dari lava cair.

Baca juga: NASA Ungkap Ada Sekira 300 Juta Planet di Galaksi yang Layak Huni

Selain itu, planet K2-141b juga mengalami hujan bebatuan dan memiliki angin supersonik.

“Studi ini adalah yang pertama membuat prediksi tentang kondisi cuaca di K2-141b yang dapat dideteksi dari jarak ratusan tahun cahaya dengan teleskop generasi berikutnya seperti James Webb Space Telescope,” kata Giang Nguyen, seorang mahasiswa PhD di York University, dan penulis utama studi tersebut.

Penulis juga mengatakan bahwa planet K2-141b memiliki siklus air seperti di Bumi yang menyebabkan air menguap dan naik ke atmosfer, lalu turun sebagai hujan, begit juga dengan natrium, silikon monoksida, dan silikon dioksida di K2-141b.

Artinya, uap mineral akan menguap dan kemudian jatuh lagi sebagai hujan namun bukan air melainkan bebatuan.

Meskipun ini mungkin tampak sangat liar, sebenarnya ini adalah proses yang mungkin telah dilalui Bumi juga.

“Semua planet berbatu, termasuk Bumi, dimulai sebagai dunia cair tetapi kemudian mendingin dan mengeras dengan cepat. Planet K2-141b memberi kita pandangan yang langka pada tahap evolusi planet ini,” kata Profesor Nicolas Cowan, yang mengawasi penelitian tersebut.

Di luar lautan yang mencair dan curah hujan berbatu, penulis juga menemukan bahwa sekitar dua pertiga planet ini berada di siang hari secara terus-menerus.

Menurut sebuah studi baru dari NASA, ada lebih dari 300 juta planet yang berpotensi dapat dihuni di galaksi kita.
Menurut sebuah studi baru dari NASA, ada lebih dari 300 juta planet yang berpotensi dapat dihuni di galaksi kita. (Flickr/ sasta kelas6)

Ini disebabkan karena kedekatan planet dengan bintangnya, yang membuatnya terkunci secara gravitasi.

Sementara satu sisi berada di bawah sinar matahari abadi, sisi lainnya berada dalam kegelapan total, menyebabkan sisi tersebut memiliki suhu di bawah -200 derajat celsius.

“Penemuan kami mungkin berarti bahwa atmosfer sedikit meluas di luar pantai laut magma, ini membuatnya lebih mudah dikenali dengan teleskop luar angkasa,” kata Cowan.

Selanjutnya, para ilmuwan akan menguji prediksi mereka tentang cuaca liar planet itu menggunakan lebih banyak data dari Spitzer Space Telescope, yang seharusnya memberi mereka pandangan lebih akurat pada suhunya.

Baca juga: Planet Paling Ekstrem yang Ditemukan Astronot, Suhu Permukaannya Setengah Kali Panas Matahari

Baca juga: 21 Tahun di Bumi, Meteorit Mars Akan Dipulangkan NASA ke Planet Asalnya

Baca juga: Mengapa Bumi Tidak Dinamakan dengan Nama Dewa dan Dewi Seperti Planet Lainnya? Ini Alasannya

Baca juga: Terlihat Jelas Oleh Mata, Ini Fakta Planet Jupiter yang Berbalik Arah

Baca juga: Ingin Ungkap Sifat Alami Planet, Penganut Teori Bumi Datar Lakukan Perjalanan Melintasi Antartika

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Sumber: Tribun Travel
Tags:
ilmuwanBumi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved