Mengapa Daging Burger Tak Boleh Dimasak Setengah Matang? Ini Penjelasannya

Alasan mengapa kamu harus selalu memasak daging burger karena burger menggunakan daging giling.

Gambar oleh Pexels dari Pixabay
Daging burger yang sedang dimasak 

TRIBUNTRAVEL.COM - Steak daging segar yang dimasak setengah matang banyak disukai di dunia kuliner.

Namun, ketika dibuat menjadi burger, daging kurang matang adalah hal yang tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan keracunan makanan.

Alasan mengapa kamu harus selalu memasak daging burger karena burger menggunakan daging giling.

Secara menyeluruh, proses pengolahan daging giling untuk burger berbeda dengan daging utuh pada umumnya.

Proses penggilingan daging menyebarkan patogen yang biasa ditemukan di permukaan ke bagian lain, termasuk bagian dalam burger.

Patogen adalah mikroorganisme parasit yang bisa menyebabkan penyakit pada inangnya.

"Biasanya patogen ditemukan di permukaan jaringan otot, jadi begitu kita mulai menggiling daging, artinya kita menyebarkan patogen di lebih banyak daging diluar permukaan," kata Ted Siegel, seorang instruktur di Institute of Culinary Education kepada Reader's Digest.

Akibatnya, patogen itu hidup di dalam daging, di bawah permukaan.

Dikutip TribunTravel dari laman AsiaOne.com, menurut Akademi Nutrisi dan Dietetik, daging giling perlu diolah hingga suhu 71,11 derajat Celcius agar aman dikonsumsi.

Sebagai perbandingan, steak, serta daging panggang dan daging, dapat dimakan setengah matang karena daging hanya perlu mencapai 62,78 derajat Celcius di bagian dalamnya agar dianggap aman untuk dimakan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved