Breaking News:

Singapura dan Hong Kong Berencana Buka Travel Bubble, Wisatawan Tak Perlu Karantina

Hong Kong dan Singapura telah sepakat membuat travel bubble di antara kedua destinasi tersebut.

Pexels.com/Robert Stokoe
Ilustrasi suasana malam di Singapura, Senin (10/8/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hong Kong dan Singapura telah sepakat membuat travel bubble di antara kedua destinasi negara tersebut.

Informasi tersebut disampaikan oleh pemerintah Hong Kong pada Kamis (15/10/2020).

Sebagai bagian dari Air Travel Bubble, wisatawan nantinya dapat melakukan perjalanan untuk alasan apa pun dan tidak perlu karantina.

Meski demikian, wisatawan akan diminta untuk menunjukkan bukti tes PCR Covid-19 negatif yang diakui kedua belah pihak, menurut Pemerintah Hong Kong.

Baca juga: Masuk Ilegal ke Singapura dengan Berenang, 4 Pria Indonesia Ditangkap

Melansir dari laman Travel and Leisure, Jumat (16/10/2020), penerbangan khusus akan dijadwalkan untuk melayani pelancong dengan menggunakan bubble, sementara untuk penumpang yang tak terdaftar dalam bubble tidak diizinkan naik.

"Kedua kota kami memiliki kasus Covid-19 yang rendah dan telah menerapkan mekanisme yang kuat untuk mengelola dan mengendalikan Covid-19. Ini telah memberi kami kepercayaan diri untuk saling membuka perbatasan satu sama lain dan secara progresif," kata Ong Ye Kung, Menteri Transportasi Singapura dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah langkah maju yang aman, hati-hati, tetapi signifikan untuk menghidupkan kembali perjalanan udara, dan memberikan model untuk kolaborasi masa depan dengan bagian lain di dunia," tambahnya.

Edward Yau, sekretaris perdagangan dan pembangunan ekonomi Hong Kong, menyebut travel bubble sebagai tonggak penting dalam upaya kami untuk melanjutkan keadaan normal sembari berjuang melawan pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Secara total, Singapura telah melaporkan lebih dari 57.890 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, menurut Universitas Johns Hopkins, sementara Hong Kong telah melaporkan lebih dari 5.200 kasus.

Tanggal pembukaan travel bubble belum ditentukan, tetapi Singapura dan Hong Kong telah menetapkan program sertifikasi kebersihan untuk bisnis pariwisata.

Gagasan tentang akses perjalanan terkonsentrasi telah semakin populer di tengah pandemi Covid-19 yang terus menghalangi perjalanan ke seluruh dunia.

Pada hari Jumat, wisatawan Selandia Baru akan dapat terbang ke kota Sydney dan Darwin di Australia tanpa perlu karantina sebagai bagian dari "Trans-Tasman Bubble".

Saat ini, akses perjalanan tersebut berfungsi satu arah, dan warga Australia belum dapat menggunakannya untuk bepergian ke Selandia Baru.

Baca juga: Kabar Gembira, Pemegang Paspor Indonesia Bisa Berkunjung ke Singapura

Baca juga: Singapura Luncurkan Kapal Pesiar Mewah dengan Rute Berlayar Tanpa Tujuan

Baca juga: Donat Artisan jadi Tren Kuliner di Singapura, Meski Mahal Tetap Banyak Peminat

Baca juga: 11 Tempat Wisata Instagramable di Singapura yang Bisa Dijelajahi Setelah Pandemi Berakhir

Baca juga: Menelusuri Sejarah Larangan Mengunyah Permen Karet di Singapura

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved