Breaking News:

Selama Pandemi Covid-19, Apa yang Akan Terjadi di Antartika?

Beginilah imbas Covid-19 di Antartika, mulai dari populasi penguin hingga perubahan iklim.

Foto oleh Cassie Matias di Unsplash
Antartika 

TRIBUNTRAVEL.COM - Virus Corona (Covid-19) memang merubah semua pariwisata di dunia, termasuk Antartika.

Antartika memiliki keindahan alam yang begitu memukau, di mana ada gunung es raksasa yang seolah mengapung dengan tenang di sana.

Selain gunung es, Antartika juga terkenal dengan satwa penguin.

Jadi tidak heran kalau selama dua dekade terakhir industri pariwisata Antartika telah menjadi incaran wisatawan.

Sebagian besar wisatawan yang berlibur ke Antartika terbang dari Amerika Selatan atau Afrika Selatan dan melanjutkan perjalanan dengan kapal ekspedisi.

Namun akibat Covid-19 yang melanda dunia turut berdampak pada pariwisata Antartika.

Baca juga: Setelah 5.000 Tahun, Makam Penguin Kuno Ditemukan karena Efek Pemanasan Global

Satu kejadian kurang menyenangkan yaitu ada satu kapal Australia yang terdampar di lepas pantai Uruguay dengan 128 penumpang positif Covid-19.

Sementara itu sebuah perusahaan Belanda terpaksa mengarungi tiga kapalnya sejauh 14.000 km kembali ke Belanda karena mereka tidak dapat lagi berlabuh di Amerika Selatan.

Hingga saat ini pariwisata Antartika masih belum stabil dan belum dapat dipastikan pembukaan normalnya.

Tidak hanya pariwisata saja, Covid-19 sangat memberi dampak pada penelitian ilmiah di Antartika.

Perairan di Antartika
Perairan di Antartika (Gambar oleh Claudia Kirchberger dari Pixabay)

Pandemi Covid-19 turut melanda stasiun penelitian Antartika seperti Base Orcadas.

“Prioritas utama kami adalah menjaga sains tetap berjalan,” kata Kevin Hughes dari British Antarctic Survey, yang mengoperasikan lima pangkalan di wilayah tersebut.

“Kami memiliki studi berkelanjutan tentang hal-hal seperti dampak perubahan iklim, pemantauan lapisan ozon, populasi penguin, meteorologi, dan ilmu atmosfer bagian atas. Kami memiliki kumpulan data jangka panjang dan kami tidak ingin menundanya selama satu tahun. Tapi tidak ada keraguan bahwa sains akan berkurang tahun depan," imbuhnya.

Mungkin kekhawatiran terbesar adalah bahwa Pertemuan Konsultatif Perjanjian Antartika 10 hari telah dibatalkan.

Di sinilah negara-negara anggota Perjanjian Antartika bertemu untuk memutuskan prioritas perlindungan lingkungan untuk tahun mendatang.

Merangkum dari BBC, inilah dampak Covid-19 yang terjadi di Antartika.

Perjalanan Antartika pada 2020

Pertanyaan yang selalu dinantikan jawabannya hingga saat ini ialah, "Apakah ada pariwisata di Antartika selama November-Februari?".

Sementara beberapa negara di Eropa dengan hati-hati membuka kembali pintunya, di Antartika situasinya jauh lebih tidak pasti.

Dari 50 anggota Asosiasi Internasional Operator Tur Antartika (IAATO), banyak yang sudah menyatakan mereka akan membatalkan atau membatasi operasi mereka tahun ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved