Breaking News:

Peti Mati Berusia Ribuan Tahun Dibuka untuk Pertama Kalinya, Akan Dipajang di Museum Mesir

Arkeolog telah menemukan 59 peti mati di Mesir yang konon berasal dari 2.500 tahun yang lalu.

Instagram/ @grand_egyptian_museum
Peti mati berusia 2.500 tahun ditemukan di Mesir dan dibuka untuk pertama kalinya. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Arkeolog telah menemukan 59 peti mati di Mesir yang konon berasal dari 2.500 tahun yang lalu.

Menariknya, puluhan peti mati tersebut ditemukan masih dalam kondisi yang sangat baik.

Melansir dari laman Pulse.ng, Selasa (9/10/2020), salah satu peti mati tersebut bahkan berisi tubuh terbungkus kain yang dihiasi simbol-simbol berwarna cerah.

Para arkeolog membuka peti mati itu di depan para wartawan.

Baca juga: Selain Piramida Giza, 3 Piramida di Luar Mesir Ini Juga Tak Kalah Menakjubkan

Penemuan itu dilaporkan terjadi di Kairo Selatan di daerah yang dulunya adalah kuburan Saqqara.

"Kami sangat senang dengan penemuan ini, jadi hari ini bukanlah akhir dari penemuan, saya menganggapnya sebagai awal dari penemuan besar," kata Mostafa Waziri, sekretaris jenderal Dewan Tertinggi Purbakala.

Laporan mengatakan sarkofagus akan dipajang di Museum Agung Mesir (GEM) baru di dataran tinggi Giza di mana wisatawan dapat berkunjung untuk melihatnya.

Foto-foto pembukaan peti mati berusia 2.500 itu diunggah dalam akun Instagram @grand_egyptian_museum.

Menurut postingan tersebut, diketahui bahwa sarkofagus yang tersegel itu ditemukan di nekropolis kuno Saqqara.

Jenazah yang telah dimumikan berasal dari sekitar 2.500 tahun yang lalu, dan masih banyak lagi yang diperkirakan akan ditemukan dalam beberapa bulan mendatang.

Saqqara yang berda 32 kilometer sebelah selatan Kairo, adalah salah satu situs arkeologi terpenting di dunia yang ditunjuk sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1970-an.

Kawasan ini dikenal dengan Piramida Djoser yng berusia 5.000 tahun yang baru-baru ini menghabiskan dana 10 juta dolar atau setara Rp 147 miliar untuk keperluan restorasi.

Meskipun masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengidentifikasi siapa yang dikubur di peti mati tersebut, para ahli percaya mumi itu adalah para imam dan pejabat pada pemerintahan terdahulu.

Mustofa mengatakan bahwa para arkeolog juga menemukan total 28 patung dewa utama pemakaman Saqqara Ptah-Soker, dan patung perunggu dewa Nefertum setinggi 35 sentimeter yang diukir indah serta bertatahkan batu mulia.

Nama pemiliknya, Pendeta Badi-Amun, tertulis di alasnya, kata Mostafa Waziri.

Pihak bewenang yang mengurusi barang antik Mesir telah mengumumkan penemuan peti mati batch pertama bulan lalu, ketika para arkeolog menemukan 13 kontainer di sumur sedalam 11 meter (36 kaki) yang baru ditemukan.

Penemuan ini adalah yang terbaru dari serangkaian penemuan arkeologi untuk dipublikasikan oleh Mesir dalam upaya menghidupkan kembali sektor pariwisata utamanya, yang terpukul parah oleh kekacauan setelah pemberontakan tahun 2011.

Sektor pariwisata di Mesir juga mendapat pukulan lebih lanjut tahun ini akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang mewabah di dunia.

Baca juga: Mesir Bangun Restoran di Dataran Tinggi Giza untuk Tarik Wisatawan

Baca juga: Mesir Bakal Wajibkan Turis Miliki Hasil Negatif Covid-19 saat Mengunjungi Negaranya

Baca juga: Para Ahli Ungkap Mumi Anak yang Ditemukan di Makam Mesir Kuno Bukan Manusia

Baca juga: Turis Kaget Temukan Menu Tak Biasa di McDonald Mesir

Baca juga: Nekat Panjat Piramida Mesir Demi Konten, Influencer Ini Dipenjara

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved