Breaking News:

Peneliti Temukan Dua Tengkorak Manusia, Kerangka Kambing dan Altar Batu, Korban Ritual Pengorbanan?

Para peneliti yang menggali situs gua Cueva da la Dehesilla Spanyol di Andalusia telah menemukan dua tengkorak manusia, kerangka kambing, dan altar.

Gambar oleh Rudy and Peter Skitterians dari Pixabay
Ilustrasi Tengkorak manusia 

TRIBUNTRAVEL.COM - Setiap penemuan selalu mampu menyimpan misteri di baliknya.

Seperti penemuan yang baru saja didapatkan para peneliti di Analusia ini misalnya.

Para peneliti yang menggali situs gua Cueva da la Dehesilla Spanyol di Andalusia telah menemukan dua tengkorak manusia, kerangka kambing, dan altar batu.

Penemuan yang berasal antara 4800 dan 4000 SM mungkin mengarah pada pengorbanan manusia, TribunTravel melansir dari allthatsinteresting.

Menurut archaeology, dinding di dalam gua memisahkan tengkorak dan kerangka kambing dari altar.

Pada altar dipenuhi dengan artefak, termasuk perapian, bejana keramik, sisa-sisa tanaman hangus, benda-benda yang terbuat dari batu, dan lempengan batu tegak, atau prasasti.

Menurut EurekaAlert, temuan ini telah memaksa para ahli seperti Daniel García Rivero untuk mengevaluasi kembali upacara penguburan Neolitik dari zaman tersebut - dan seberapa banyak yang sebenarnya kita ketahui.

“Temuan ini membuka jalur baru penelitian dan skenario antropologis, di mana pengorbanan manusia dan hewan mungkin terkait dengan pemujaan leluhur, ritual pendamaian, dan doa dalam perayaan peringatan,” kata Rivero.

Diterbitkan di jurnal PLOS ONE, temuan tersebut telah merinci ritual penguburan dari periode Neolitik Tengah yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya.

Hampir tidak ada penggalian yang digali dari era ini di Semenanjung Iberia yang memiliki tata letak atau barang-barang yang ditemukan di sini.

Kedua tengkorak manusia dewasa itu milik seorang pria dan seorang wanita yang berusia lebih tua.

Beberapa tanda pada tulang oksipital tengkorak wanita menunjukkan pemenggalan kepala.

Ilustrasi tengkorak manusia yang dilakukan trepanasi. Juga dikenal sebagai trepanation, atau trepanning, proses pembuatan lubang melalui tengkorak ke permukaan otak dapat dilakukan untuk mengobati berbagai kondisi medis atau untuk alasan yang lebih mistis.
Ilustrasi tengkorak manusia yang dilakukan trepanasi. Juga dikenal sebagai trepanation, atau trepanning, proses pembuatan lubang melalui tengkorak ke permukaan otak dapat dilakukan untuk mengobati berbagai kondisi medis atau untuk alasan yang lebih mistis. (Rama / CC BY-SA 3.0 FR (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/fr/deed.en))

Dan lubang pada tulang depan tengkorak wanita diduga berasal dari trepanasi yang tidak lengkap.

Menurut LiveScience, trepanasi adalah bedah kuno di mana tengkorak dilubangi untuk mengobati berbagai penyakit.

Sementara beberapa orang percaya mengebor tengkorak manusia dilakukan untuk mengobati cedera kepala, para ahli lain menyebut praktik itu digunakan untuk menarik roh dari tubuh pasien secara ritual.

“Perlakuan berbeda terhadap tengkorak dengan bukti keberadaan hewan yang ditemukan bersamanya, serta struktur dan bahan arkeologi yang didokumentasikan tidak sesuai dengan catatan penguburan normatif yang kami kerjakan sampai sekarang,” kata Rivero.

Struktur dan bahan arkeologi yang ditemukan di situs tersebut termasuk altar batu dengan balok berdiri, perapian, banyak bejana keramik yang dihias, dan sisa-sisa tanaman yang hangus.

Bagi para ahli periode sejarah tertentu seperti Rivero, penemuan ini sungguh luar biasa.

Catatan mengenai upacara penguburan Neolitik di Semenanjung Iberia sebelumnya menunjukkan penguburan individu secara eksklusif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved