Breaking News:

Positif Covid-19, Pramugari Ini Dijemput Petugas Pakai Hazmat: Dipaksa Karantina di Tempat Terpencil

Pramugari British Airways ditangkap setelah dinyatakan positif Covid-19 dan dikarantina selama dua minggu.

Dok. Pribadi Molly Choma
Foto ilustrasi. Suasana dan kondisi penerbangan ketika pandemi COVID-19. Seorang pramugari British Airways dipaksa menjalani karantina setelah dinyatakan positif Covid-19. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pramugari British Airways ditahan oleh sekelompok tenaga kesehatan berpakaian hazmat.

Pramugari itu ditangkap di Hong Kong setelah dinyatakan positif Covid-19.

Dalam kejadian tersebut, seorang pilot diperbolehkan pulang dan sisanya dipaksa keluar dari hotel mewah Marriott untuk dipindahkan ke pusat karantina Covid-19 di China.

Ellie Freeman, seorang pramugari dari High Wycombe, memposting serangkaian siaran suram ke profil Snapchat-nya saat dia dan rekan-rekannya hanya diberi waktu 30 menit untuk berkemas di hotel sebelum diantar ke kabin porta yang terpencil.

Snapchat Freeman itu isinya menunjukkan petugas kesehatan datang untuk membawa dia dan rekan-rekannya pergi dari hotel.

Awak kabin itu telah diberitahu bahwa mereka akan dikarantina selama dua minggu.

Jangan Lakukan Hal Ini Kalau Tidak Mau Dibenci Pramugari Selama Penerbangan

Namun mereka akan tetap diberi pilihan menu makanan pokok mulai dari mi hingga biskuit.

Selama masa karantina, mereka diberi kamar twin room yang dilengkapi dengan tempat tidur bergaya barak.

"Sejujurnya aku marah," katanya Freeman.

"Aku merasa gangguan besar sedang terjadi, jadi jika ada yang ingin memberiku Facetime ketika sampai di sana, itu akan sangat dihargai," imbuhnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Abdul Haerah HR
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved