Breaking News:

Hongeo, Makanan Khas Korea Selatan yang Baunya Sangat Menyengat hingga Disebut Mirip Toilet Umum

Kebanyakan orang menggambarkan aroma Hongeo mirip toilet umum yang kotor atau cucian basah yang dibiarkan selama berhari-hari.

npr.org
Hongeo, kuliner khas Korea Selatan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hongeo adalah hidangan asal Korea Selatan yang aneh karena beraroma menyengat.

Kebanyakan orang menggambarkan aroma Hongeo mirip toilet umum yang kotor atau cucian basah yang dibiarkan selama berhari-hari.

Itulah sebabnya Hongeo dianggap sebagai makanan paling bau di Korea Selatan.

Hongeo terbuat dari skates fish (ikan skate), sejenis ikan pari yang difermentasi.

Sebagian orang Korea Selatan tidak mau mendekatinya, apalagi memakannya.

Namun, sebagian orang juga menyukainya.

straitstimes.com
straitstimes.com 

Bau makanan ini cenderung bertahan lama di mulut dan juga di pakaian.

Faktanya, restoran khusus Hongeo menyarankan pelanggan untuk melapisi mantel mereka dengan plastik sebelum makan, dan menyemprot pakaian dengan deodoran sebelum pergi.

Aroma dan rasa Hongeo berkaitan dengan kebiasaan unik ikan skate, yaitu caranya buang air kecil.

Ikan skate tidak kencing seperti hewan lain.

Ikan ini mengeluarkan air seni melalui kulitnya.

Itulah bahan-bahan yang dipakai para koki hongeo untuk mendapatkan kelezatan yang membuat perut mual.

Air seni ikan skate dipakai untuk merendam ikan selama kurang lebih sebulan.

Hongeo bukan hidangan langka, sehingga cukup mudah dijumpai di Korea Selatan.

Dikutip TribunTravel dari laman Odditycentral, sekitar 11 ribu ton hongeo dikonsumsi di negara Asia setiap tahun, termasuk kota di bagian selatan Korsel, Mokpo yang terkenal akan restoran hongeo-nya.

Sue Ahn, seorang jurnalis kuliner Korea Selatan ternama mengatakan ada cara makan hongeo agar lidah terbiasa.

"Saat mengangkat hongeo, bernapaslah melalui mulut kemudian hembuskan dari hidung," ujarnya.

Menurut Sue Ahn, setelah makan setidaknya empat suapan maka orang akan ketagihan dengan hidangan ini.

Sejarah hongeo dapat ditelusuri kembali sekitar abad ke-14.

Ketika itu bajak laut Jepang berpatroli di Laut Selatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved