Breaking News:

Ramai Berita Pembukaan Umrah 2021, Konsul Haji KJRI Jeddah: Belum Ada Ijin Resmi dari Arab Saudi

Beberapa hari terakhir ramai pemberitaan mengenai pembukaan ibadah umrah 2021 secara bertahap.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
ABDEL GHANI BASHIR / AFP
Kondisi Kabah di Mekah sebelum visa Umrah ditangguhkan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Beberapa hari terakhir ramai pemberitaan mengenai pembukaan umrah secara bertahap.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali menegaskan bahwa Arab Saudi hingga saat ini belum mengumumkan secara resmi kapan akan membuka izin penyelenggaraan umrah.

Berdasarkan pernyataan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi, rencana ijin pembukaan kembali pelaksanaan ibadah umrah akan diputuskan kemudian.

Cara Membuat Visa Umrah Backpacker, Mudah dan Diklaim Lebih Murah

"Terkait umrah belum ada pengumuman resmi. Pernyataan Mendagri Saudi menegaskan bahwa rencana pembukaa kembali pelaksanaan umrah akan diumumkan secara bertahap, dan akan diputuskan kemudian berdasarkan perkembangan pandemik," jelas Endang di Jeddah, Selasa (15/9/2020), dikutip dari keterangan tertulis.

"Kami terus mengupdate Saudi terkait umrah, termasuk mendalani maksud dari pengumuman secara bertahap, apakah akan dibuka untuk warga lokal terlebih dahulu atau bagaimana. Ini masih kami klarifikasi," lanjutnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (albawaba.com)

Menurut Endang, pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Saudi lebih pada mengumumkan pembukaan izin penerbangan dan pelabuhan setelah 1 Januari 2021.

Itupun, lanjut Endang, penetapan atas pencabutan izin tersebut akan diupdate kembali pada 30 hari sebelum 1 Januari 2021.

“Jika diperlukan, Kementerian Kesehatan dapat mengajukan permintaan untuk menetapkan persyaratan kesehatan preventif bagi penumpang dan transportasi pada saat perjalanan, di terminal bandara, pelabuhan dan stasiun,” jelasnya.

Namun demikian, Saudi memberikan pengecualian dengan mengizinkan beberapa kategori warga Saudi untuk bepergian dengan mematuhi ketentuan dan persyaratan.

Mereka antara lain pegawai negeri (sipil dan militer) yang ditugaskan untuk tugas resmi, pegawai pada perwakilan diplomatic, konsulat, serta atase Saudi di luar negeri, pegawai lembaga publik, swasta dan mereka yang memiliki kedudukan pekerjaan di perusahaan di luar Saudi.

Pengecualian lainnya berlaku bagi pengusaha yang bisnisnya menuntut melakukan perjalanan, pasien yang memerlukan perjalanan ke luar Saudi untuk perawatan, serta pelajar yang memerlukan perjalanan ke negara tempat mereka belajar.

“Saudi juga mengizinkan masuknya warga Non-Saudi yang memiliki visa keluar dan masuk kembali, visa kerja, visa izin tinggal, atau visa kunjungan,” tandasnya.

Langkah dan Persiapan Kemenag untuk Ibadah Umrah Tahun Depan

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah menutup sementara penyelenggaraan ibadah umrah sejak 27 Februari 2020.

Penutupan sementara penyelenggaraan ibadah umrah ini berkaitan dengan adanya pandemi Covid-19 yang mewabah hampir di seluruh penjuru dunia.

Menurut Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat, per tanggal 27 Februari 2020, terdapat 36.012 jemaah yang sudah mendaftar umrah.

Rencananya jemaah tersebut mendaftar untuk jadwal keberangkatan Februari sampai Mei 2020.

Namun, keberangkatan jemaah umrah tertunda, dan Kemenag masih menunggu keputusan Arab Saudi kapan akan membuka penyelenggaraan Umrah 1442 H/2021.

Kondisi Kabah setelah visa Umrah ditangguhkan
Kondisi Kabah setelah visa Umrah ditangguhkan (ABDEL GHANI BASHIR / AFP)

Menteri Agama, Fachrul Razi memaparkan persiapan Kemenag dalam penyelenggaraan umrah 1442 H saat Raker dengan Komisi VIII di gedung DPR, Senayan, Selasa (8/9/2020).

Menurutnya, sejak kebijakan penutupan umrah oleh Arab Saudi, Kemenag telah melakukan sejumlah langkah sebagai berikut:

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved