Breaking News:

Makna Tradisi Nglawar dalam Perayaan Galungan Masyarakat Bali

Makna ngelawar lebih dalam dari sekadar berkumpul bersama teman dan keluarga, tapi juga bermakna kedekatan, kebersamaan, dan kesetaraan antar-manusia

instagram/mytourgraphy
Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tradisi ngelawar erat dengan berbagai perayaan masyarakat Bali yang melibatkan berkumpul bersama teman dan keluarga, termasuk salah satunya adalah perayaan Galungan.

Lawar adalah makanan khas Bali yang biasanya berupa campuran sayuran dan daging cincang berbagai jenis yang direbus lalu dicampur dengan bumbu gede atau bumbu lengkap.

Di Bali ada tradisi membuat lawar dan memakannya bersama-sama yang disebut juga ngelawar.

Tradisi ini punya makna cukup dalam.

Makna ngelawar lebih dalam dari sekadar berkumpul bersama teman dan keluarga, tapi juga bermakna kedekatan, kebersamaan, dan kesetaraan antar-manusia yang berpartisipasi dalam lawar.

Tradisi ngelawar ternyata sudah ada sejak zaman kerajaan Bali.

Selain terbuat dari sayuran dan daging serta kulit hewan yang direbus dan diberi bumbu gede, lawar juga biasanya disertai dengan aneka sate, balung, dan daging lainnya.

Lawar dalam tradisi Bali biasa dilakukan ketika upacara Panca Yadnya sebagai persembahan dan juga untuk dimakan.

Untuk persembahan, peletakan lawar tak bisa sembarangan.

Lawar harus diletakkan sesuai arah mata angin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved